Smart City Jawa Timur

Abdullah Abu Bakar Siapkan Smart Card untuk Menunjang Program Smart City Kota Kediri

tahun depan, Smart City Kota Kediri akan mulai diprogamkan untuk membuat Smart Card untuk seluruh masyarakat

Abdullah Abu Bakar Siapkan Smart Card untuk Menunjang Program Smart City Kota Kediri
surya/didik mashudi
Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri memberikan pelayanan jemput bola kepada pemohon perizinan. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kota Kediri terus berbenah menjadi Smart City dengan memberikan pelayanan dan berbagai kemudahan kepada masyarakat.

Malahan tahun depan telah mulai diprogamkan untuk membuat Smart Card untuk seluruh masyarakat.

Berikut petikan wawancara Surya dengan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, terkait konsep Smart City tersebut.

Kota Kediri telah menerapkan konsep Smart City untuk efisiensi dan meningkatkan pelayanan bagaimana perkembangannya sekarang?

Mulai dari awal Kota Kediri harus menjadi kota yang memiliki sistem informasi yang mempercepat perkembangan kota.

Sekarang kami terus berkembang terus mengisi sistem informasi ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Namun apakah sudah 100 persen, memang belum 100 persen dan masih sedikit yang terintegrasi. Bahkan di Indonesia pun belum ada yang terintegrasi.

Smart City ada 5 yang menjadi patokan. Pertama ad-hoc, kedua initial, ketiga scottered, keempat integrated baru kemudian kelima smart.

Kota Kediri sama dengan kota lainnya belum terintegrasi dengan baik atau masih parsial.

Tapi data-data itu sudah dapat digunakan dan dapat membantu serta mengefisiensi anggaran yang cukup besar.

Program Smart City di Kota Kediri yang sudah terintegrasi dengan tata kelola pemerintahan sehari-sehari apa saja ?

Yang sudah terintegrasi dengan baik di sistem keuangan dan perencanaan. Kemudian penganggaran, penatausahaan dan pelaporan sudah terintegrasi. Namun masih belum menyeluruh ke semua SKPD.

Sedangkan yang belum bisa karena berbagai alasan ada keterbatasan sementara ditinggal dulu.

Contohnya sistem penganggaran, penatausahaan dan pelaporan ada yang namanya Simda Keuangan.

Kemudian di perencanaan ada Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah namanya Sim PPD.

Di Kota Kediri juga ada Suara Warga (Surga) masyarakat bisa melaporkan masalah di lingkungannya. Termasuk kejadian dan pohon tumbang dan sebagainya 1 x 24 jam harus segera ditindaklanjuti.

Kemudian ada Traker yang dikelola Dinas Perhubungan yang di dalamnya ada rute angkutan kota, informasi keramaian di simpang jalan Kota Kediri dari pantauan CCTV. Ada juga rute dan posisi bus sekolah.

Juga ada E-surat supaya kita tahu apakah suratnya sudah sampai ke Wali Kota apa belum. Posisi surat ada di bagian mana dapat diketahui macetnya surat.

Ada aplikasi pemberdayaan masyarakat, PBB online dan sebagian pelayanaan di kelurahan juga sudah mulai online.

Sedangkan di Dinas Pendidikan ada progam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sudah online, English Masive (Emas) pendaftaran juga sudah online.

Termasuk bantuan bea siswa bagi warga yang tidak mampu juga harus daftar online. Ada aplikasi Sinau, aplikasi Pitakon untuk bertanya kepada guru.

Sementara di Kantor Dispendukcapil ada sistem yang diberinama Semar (Sedino Mari) atau sehari selesai.

Begitu pemohon foto, mengisi dan beres tinggal mengambil. Bagi kepala SKPD juga ada eksekutif sumary.

Ke depan bidang apa saja yang akan menjadi prioritas dalam mengembangkan Smart City di Kota Kediri?

Tentu masih banyak. Kami lebih mengarah ke ekosistem inovasi supaya masyarakat bisa berinovasi lebih luas lagi.

Kami juga mengajak perguruan tinggi supaya hasil penelitiannya berdampak kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat berinovasi.

Kemudian sistem lingkungan hidup menjadi prioritas.

Program-program apa saja ke depan yang bakal dikembangkan untuk mewujudkan Smart City di Kota Kediri?

Ke depan kamiada smart card. Smart card ini akan diberikan kepada masyarakat Kota Kediri.

Karena seluruh masyarakat Kota Kediri akan diberi asuransi kesehatan full coverage. Semua masyarakat akan dicover dengan asuransi.

Nanti kami akan menggunakan smart card. Bagi warga kurang mampu yang menjadi tanggung jawab pemerintah nanti dimasukkan ke dalamnya.

Contohnya, ada pasien yang mendapatkan asisten lanjut usia. Dananya ada di smart card. Sehingga smart card dapat multi fungsi.

Seperti di Jakarta, dengan smart card dapat untuk membeli buku dan keperluan lain.

Harapan kami tahun depan sudah direalisasi dan tidak ada kendala.

Kemudian tujuan besarnya mengintegrasikan semua SKPD untuk saling menopang dan cepat mengambil kebijakan.

Bagaimana tanggapan masyarakat atas progam Smart City di Kota Kediri?

Makin lama semakin bagus. Kalau dulu kita membuat sesuatu, masyarakat baru sekedar mencoba.

Sekarang PPDB online siswa tidak perlu datang ke sekolah cukup input datanya, sehingga ada respons yang bagus dari masyarakat.

Kami tidak tahu apakah ini tipikal dari masyarakat perkotaan di Kota Kediri sehingga jauh lebih cepat.

Sejauh mana membangun sinergitas Smart City di Kota Kediri dengan daerah lain dan Pemprov Jatim?

Selama ini kami masih jalan sendiri-sendiri. Namun ada satu sistem yang bagus sekali yaitu ada Siskaperbako.

Dengan Siskaperbako dapat mengetahui harga-harga sembako di Jawa Timur, sehingga dapat diketahui barang yang volatilnya tinggi.

Ini untuk mengatasi gejolak inflasi di Kota Kediri dan selama ini sudah berjalan.

Makanya, Kota Kediri dengan memanfaatkan Siskaperbako dapat menekan inflasi terendah se-Jawa Bali.

Harapan kami ke depan dapat berintegrasi dengan provinsi walaupun kita punya sistem yang berbeda.

Kendala utama untuk menjalankan konsep Smart City di Kota Kediri?

Permasalahan yang dihadapi semua daerah sama yakni sumber daya manusia (SDM).

Kemudian konsistensi untuk menginput data dengan tepat dan benar. Jangan sampai data yang diperoleh sampah.

Kalau data yang dimasukkan sampah, maka yang keluar juga sampah. Kalau datanya benar dalam mengambil kebijakan akan tepat sasaran.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved