Selasa, 14 April 2026

Perbankan

Pasar Potensial, Bank Muamalat Mulai Garap Sumenep

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mulai melebarkan sayap bisnisnya ke Kabupaten Sumenep, Madura, dengan membuka kantor cabang pembantu di Sumenep

Penulis: Moh Rivai | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/moh rivai
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi hadir dalam peresmian KCP Bank Muamalat Sumenep, Kamis (8/11/2018). 

SURYA.co.id | SUMENEP - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mulai melebarkan sayap bisnisnya ke Kabupaten Sumenep, Madura, dengan membuka kantor cabang pembantu di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kantor ini merupakan jaringan pertama Bank Muamalat di pulau tersebut.

Peresmian KCP Sumenep dilaksanakan Kamis (8/11/2018) oleh Direktur Retail Bank Muamalat, Purnomo B. Soetadi, dengan disaksikan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH dan Kepala Kemenag Sumenep, H Moh Bakri.

Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama se-Madura dan sejumlah pimpinan pondok pesantren. 

Purnomo mengatakan, kantor cabang baru yang terletak di jalan Trunojoyo ini merupakan relokasi dari KCP di kawasan Mulyosari, Surabaya.

Kabupaten Sumenep dipilih karena memiliki potensi besar khususnya untuk pengembangan bisnis perbankan syariah.

"Ekspansi ke Pulau Madura merupakan salah satu poin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2018. Kami memilih Sumenep karena perekonomian di daerah ini tengah berkembang dan menyimpan potensi bisnis perbankan syariah yang besar," katanya.

Dia menerangkan, segmen bisnis yang berpeluang untuk digarap antara lain layanan haji dan umroh, kerjasama lembaga pendidikan, serta usaha-usaha berbasis komoditas hasil laut.

 Apalagi bila melihat, pendaftar haji di Sumenep tercatat cukup besar yakni rata-rata 3.000 orang per tahun,” kata Purnomo.

Menurutnya, pendaftar haji merupakan nasabah potensial untuk meningkatkan porsi dana murah perseroan. Nasabah potensial lain yakni pondok pesantren yang berjumlah 18, sekolah Islam, universitas dan instansi pemerintah.

“Karena itu kehadiran Bank Muamalat di Sumenep sekaligus untuk mendukung program Pemkab Sumenep dalam pemberdayaan ekonomi dan pengembangan ekonomi syariah," paparnya.

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyambut baik keberadaan Bank Muamalat di Sumenep, sekaligus juga menambah khasanah lembaga perekonomian di Sumenep.

Sehingga dapat menambah juga jaringan dan kerjasana bank syariah di Sumenep yang sebelumnya telah ada, termasuk jalinan sinergi dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep.

“Disini lah perlunya lembaga perekonomian syariah yang jaringannya lebih luas. Terlebih urusan haji dan umroh yang selama ini menjadi fokus Bank Muamalat, mengingat jaringannya yang sudah tembus Arab Saudi dan beberapa negara-negara lainnya,” kata Wabup Fauzi usai menyaksikan pembukan kantor CP Bank Muamalat Sumenep, Kamis (8/11/2018).

Apalagi, lanjut Fauzi, Bank Muamalat Indonesia dimiliki oleh pemegang saham Islamic Development Bank atau IDB, Boubyan Bank, Kuwait, Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia, National Bank of Kuwait dan beberapa badan usaha.

“Saya kita keberadaan Bank Muamalat ini bukan sebuah ancaman ke lain, justru menjadi mitra baik dalam bermuamalat,” pungkas Fauzi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved