Pilpres 2019

Dianggap Kurang Berkontribusi Mendongkrak Elektabilitas Prabowo-Sandi, ini Jawaban PAN Jatim

DPW PAN Jatim membantah bila disebut kurang berkontribusi untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandi di Jatim. Ini katanya.

Dianggap Kurang Berkontribusi Mendongkrak Elektabilitas Prabowo-Sandi, ini Jawaban PAN Jatim
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Bendahara DPW PAN Jawa Timur, Agus Maimun 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur menegaskan bahwa partainya saat ini terus berkomitmen untuk memenangkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subainto dan Sandiago Uno.

Adanya sejumlah survei yang menyebut bahwa PAN kurang berkontribusi di proses pemenangan Prabowo-Sandi, dinilai tak sesuai realitas.

Hal ini ditegaskan oleh Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun.

"Kami sudah biasa diterpa isu demikian," kata Agus di Surabaya, Rabu (7/11/2018).

Untuk diketahui, survei Alvara Research Center merilis hasil survei terbarunya pada Selasa (6/11/2018). PAN yang menjadi partai pengusung Prabowo-Sandi dinilai menjadi partai dengan presentasi terendah dalam kategori militansi dukungan.

PAN hanya memperoleh 67,9 persen pada survei tersebut. Hasil ini di bawah Partai Gerindra (96,9 persen), PKS (92,2 persen), dan Demokrat (75 persen) sebagai partai paling militan mendukung Prabowo-Sandi..

"Banyak pihak menyebut bahwa koalisi tidak solid, tidak militan, dan terancam pecah. Padahal, fakta di lapangan tidak demikian," kata Agus menambahkan.

Sebaliknya, Agus justru menyebut bahwa partai pengusung Prabowo-Sandi saling "berebut" kontribusi di kerja pemenangan.

"Untuk bisa mengajak Pak Prabowo dan Mas Sandi berkeliling di daerah, misalnya, partai-partai ini harus antre," kata Agus Maimun yang juga Ketua Fraksi PAN di DPRD Jatim ini.

Pun demikian pula dengan PAN. Partai berlambang Matahari Terbit tersebut telah bersama dengan Sandiaga berkunjung di Jatim selama empat hari (27-30 September 2018) silam.

"PAN bahkan berencana untuk mengajak Mas Sandiaga berkeliling di seluruh kabupaten-kota di Jatim," katanya.

Agus menegaskan bahwa komitmen untuk memenangkan Prabowo-Sandi tak perlu diragukan. Bukan hanya di pilpres, namun juga di setiap perhelatan pesta pemilu.

Ia mencontohkan pada saat pemilihan gubernur Jatim lalu. Yang mana, sukses mengantarkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih periode 2019-2024. PAN bersama Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, dan NasDem memang menjadi partai pengusung Khofifah-Emil.

Kesuksesan di Pilgub tersebut menjadi bukti gerakan mesin pemenangan PAN. "Survei menyebutkan bahwa 90 persen pemilih PAN juga mendukung dan memenangkan calon yang diusung PAN," kata Agus.

Selain itu, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif yang berjalan serentak juga dinilai akan berdampak positif, bukan hanya untuk pasangan capres-cawapres, namun juga bagi internal PAN. "Caleg PAN yang menyosialisasikan dirinya juga membawa semangat memenangkan pilpres," kata Agus yang juga Caleg DPR RI ini.

Pihaknya juga meyakini momentum pilpres akan menjadi ajang konsolidasi seluruh kader PAN. Mulai dari pengurus partai, warga, hingga konstituen partai.

Sehingga, Agus pun menanggapi santai hasil survei yang menyebut kinerja PAN tak optimal mendukung Prabowo-Sandi. Menurutnya, hasil tersebut hanya akan menjadi bahan evaluasi internal partainya.

"Namun, kami tak begitu saja mempercayai setiap hasil survei. Sebab, kami juga perlu melihat metodologi setiap survei," tegas Agus yang juga Wakil Bendahara Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jatim ini.

Alvara Research Center menggelar survei nasional pada 8-22 Oktober 2018. Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.781 responden yang berusia 17 tahun ke atas.

Sampel diambil di 33 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk, Provinsi Sulawesi Tengah tidak diikutkan survei karena terkendala dampak gempa bumi di Palu dan sekitarnya. Rentang margin of error sebesar 2,37 persen persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved