Breaking News:

Berita Surabaya

Yayasan Paliatif Surabaya Cari 1.000 Relwan, Banyak Pasien Kanker Belum Tahu Ada Pengobatan Paliatif

Ketua Umum Yayasan Paliatif Surabaya, Lizza Hendriadi mengungkapkan pada 2019 YPS berupaya menambah relawannya hingga 1.000 orang.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
foto: istimewa
Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyanyi bersama pasien dan keluarga pasien penderita kanker di Yayasan Paliatif Surabaya, Selasa (6/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Penderita kanker kerap merasakan nyeri dan kadang hal ini dirasakan hingga akhir hayatnya. Berdasarkan data BPJS bulan September 2017, penyakit kanker telah menghabiskan biaya hinggga Rp 2,1 triliun, kedua terbanyak setelah penyakit jantung.

Untuk itu para relawan Yayasan Paliatif Surabaya (YPS) telah lama mendampingi para penderita kanker dan penyakit degeneratif agar bisa mengurangi rasa nyeri para pasien.

Ketua Umum Yayasan Paliatif Surabaya, Lizza Hendriadi mengungkapkan pada 2019 YPS berupaya menambah relawannya hingga 1.000 orang.

Para relawan ini akan membantu petugas medis mendampingi para penderita kanker di RSUD Dr Soetomo ataupun kunjungan ke rumah pasien.

“Ini persiapan kami menyongsong Asia Pacific Hospice and Palliabve Care Conference di Surabaya. Kami ingin menekankan pada para pasien ini bahwa mereka berharga dan berhak mendapat perawatan,” urainya pada SURYA.co.id, Selasa (6/11/2018).

Para relawan ini bisa dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga, karyawan, baik penyintas kanker atau keluarga pasien. Mereka yang menjadi karyawan ini akan mendapat pelatihan agar bisa menghadapi pasien kanker yang kadang lebih sensitif perasaannya.

“Kalau salah ngomong dan bersikap malah bisa jadi masalah bagi para relawan dan pasien,” ujarnya.

Lizza mengungkapkan YPS membantu serta mendampingi penderita kanker tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan RSUD Dr Soetomo yang dibuktikan dengan kehadiran Taman Paliatif pada 15 Mei 2010.

“Melalui taman ini, Surabaya menjadi satu-satunya kota di dunia yang mendeklarasikan Surabaya bebas nyeri kanker tahun 2010,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan hingga saat ini YPS telah konsisten memberikan obat secara cuma-cuma kepada pasien tidak mampu, santunan pendidikan anak asuh paliatif, meningkatkan kualitas dan kuantitas relawan paliatif.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved