Berita Jember

Hanya Dibayar Rp 200 Ribu Per Bulan, GTT dan PTT di Jember Mogok Ngajar. Tuntut Alokasi di APBD

Puluhan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) Kecamatan Pakusari mogok mengajar, Selasa (6/11/2018).

Hanya Dibayar Rp 200 Ribu Per Bulan, GTT dan PTT di Jember Mogok Ngajar. Tuntut Alokasi di APBD
SURYA.co.id/SRI WAHYUNIK
Hanya Dibayar Rp 200 Ribu Per Bulan GTT dan PTT di Jember Mogok Ngajar Tuntut Alokasi di APBD 

SURYA.co.id | JEMBER - Puluhan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) Kecamatan Pakusari mogok mengajar, Selasa (6/11/2018).

Sebanyak 59 orang berkumpul di bekas kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pakusari di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari.

Mereka berasal dari 16 sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Pakusari.

Baca: Polisi Temukan 47 Slip Setoran Uang di Rumah Kadispendukcapil Jember

Menurut Koordinator aksi, Ali Jamil, aksi mogok mengajar itu dimulai sejak Senin (5/11/2018).

"Sejak kemarin kami melakukan aksi ini. Kalau kemarin ada empat kecamatan yang GTT dan PTT-nya mogok yakni Pakusari, Mayang, Kalisat dan Jelbuk. Jumlahnya ratusan guru. Kalau hari ini sepertinya hanya Pakusari yang terus mogok," ujar Jamil kepada SURYA.co.id, Selasa (6/11/2018).

Aksi mogok mengajar itu, kata Jamil, bakal dilakukan hingga Jumat (9/11/2018).

Jamil menegaskan mogok mengajar GTT dan PTT Kecamatan Pakusari berdasarkan kesepakatan semua GTT dan PTT.

"Kami juga mendapatkan izin dari kepala sekolah masing-masing," imbuh Jamil.

Tuntutan para GTT dan PTT ini sama dengan tuntutan yang disampaikan saat berunjukrasa di gedung DPRD Jember sepekan lalu.

Mereka menuntut perbaikan kebijakan di tingkat Pemkab Jember dan pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved