Berita surabaya

Stok Limbah Kurang, Proyek Jogging Track Dari Limbah Sandal Jepit Rampung Tahun Depan

Pembangunan jogging track dengan memanfaatkan limbah sandal jepit di Surabaya diperkirakan baru akan rampung tahun depan.

tribun jatim/Luthfi Husnika
Jogging Track dari Limbah Sandal Japit di Tepi Sungai Bagian Selatan Pasar Keputran 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Luthfi Husnika

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya menggagas pembangunan jogging track dengan memanfaatkan limbah sandal jepit

Menurut Kasi Pengolahan Limbah DKRTH Kota Surabaya, Khoirunnisa, proyek ini akan berlangsung hingga tahun depan. 

Jogging track berbahan limbah sandal jepit pertama kali dicanangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Maret 2018 lalu. Sampai saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

Menurut Khoirunnisa, pihaknya sudah memulai pemasangan jogging track sejak Agustus lalu dan saat ini sudah terpasang 350 meter di tepian sungai bagian Selatan Pasar Keputran.

Upaya pembangunan jogging track tersebut mengalami hambatan terkait kurangnya bahan baku.

"Setiap minggu kami kumpulkan limbah sandal japit dan langsung dikirim ke pengolahan di Rumah Kompos Keputih," ungkapnya.

Ia menambahkan, hari ini (5/11/2018) pengiriman 100 matras telah dilakukan dan esok akan segera dipasang.

Melihat proses selama 8 bulan ini, Khoirunnisa tidak dapat memastikan kapan proyek tersebut selesai digarap.

"Yang jelas kalau tahun ini pasti belum selesai. Tapi tetap kita upayakan secepatnya," paparnya.

Baca: Pemkot Surabaya Terima Limbah Sandal Jepit Untuk Diolah Jadi Matras Jogging Track

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved