Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Terima Limbah Sandal Jepit Untuk Diolah Jadi Matras Jogging Track

Pemkot Surabaya menerima limbah-limbah sandal jepit untuk diolah menjadi matras untuk bantalan jogging track.

tribun jatim/Luthfi Husnika
Jogging Track dari Limbah Sandal Japit di Tepi Sungai Bagian Selatan Pasar Keputran 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com Luthfi Husnika

SUYRA.co.id | SURABAYA - Tak kurang dari 800 matras berbahan limbah sandal jepit terpasang rapi di sepanjang sungai bagian Selatan Pasar Keputran, Surabaya.

Matras-matras dengan lebar 60 cm dan panjang 100 cm tersebut disusun berjajar dua dan membentuk lintasan sepanjang 350 meter di tepi Sungai.

"Pemasangan mulai dilakukan sejak Bulan Agustus dan masih berlanjut hingga sekarang," Ungkap Khoirunnisa, Kepala Sesi Pemanfaatan Limbah DKRTH Kota Surabaya.

Ditemui di Kantor DKRTH pada Senin (5/11/2018), Perempuan yang akrab disapa Nisa tersebut menjelaskan bahwa limbah sandal jepit yang terbatas menjadi kendala. Pengumpulan limbah sandal japit dilakukan setiap minggu agar bisa mempercepat proses pembuatan.

"Setiap ada sandal terkumpul langsung kami salurkan ke Rumah Kompos DKRTH di Keputih. Nanti di sana limbah sandal tersebut akan dibuat matras. Tapi karena namanya limbah kan tidak selalu ada, jadi pengerjaan jogging track ini memakan waktu lama," ungkapnya.

Ipong, Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya membenarkan bahwa pengerjaan jogging track ini berlangsung lama dikarenakan terbatasnya bahan baku, yakni limbah sandal japit. Rencana awal pembuatan Jogging Track sepanjang 3 km hingga ke Jembatan Ujung Galuh akan terkendala.

"Jogging Track ini kemungkinan tidak sampai ke Jembatan Ujung Galuh karena kendala bahan baku dan memakan waktu cukup lama. Kalaupun sampai Jembtaan Ujung Galuh bakal butuh waktu berbulan-bulan lamanya," ungkap Ipong saat ditemui di Kantornya pada Senin (5/11/2018).

Kepala Sesi Pemanfaatan Limbah DKRTH Kota Surabaya, Khoirunnisa berharap agar masyarakat Surabaya turut membantu pelaksanaan proyek ini dengan menyumbangkan sandal bekas yang sudah tak terpakai ke pengolahan limbah terdekat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved