Berita Surabaya
Pusat Bedah Refraktif Mata Indonesia Timur segera Berdiri di Surabaya, di Sini Lokasinya
Ketua Perhimpunan Dokter Mata Jawa Timur mengungkapkan gangguan refraksi ini cukup besar di Indonesia.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id |SURABAYA - Laser Assisted In Situ Keratomileusis atau Lasik, merupakan salah satu teknologi bedah refraktif di bidang mata yang merupakan salah satu pembedahan paling banyak di lakukan di dunia.
Sayangnya di Surabaya baru memiliki dua rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas untuk tindakan lasik.
Ketua Perhimpunan Dokter Mata Jawa Timur mengungkapkan gangguan refraksi ini cukup besar di Indonesia, bahkan menjadi empat besar penyebab kebutaan di Indonesia.
"Surabaya itu bukan Surabaya, konotasinya jatim. Saya kira penanganan lasik masih sedikit karena hanya ada dua, untuk wilayah di Jatim," ungkapnya dalam peletakan batu pertama pembangunan National Lacik Center (NLC) di Jalan Ir Soekarno nomor 41, Surabaya, Minggu (4/11/2018).
Ia mengungkapkan di Amerika Serikat, diperkirakan hampir 1 juta pasien menjalani pembedahan refraktif kornea tiap tahun dengan 700 ribu di antaranya adalah bedah Lasik.
Dari jumlah itu, sebanyak 90 persen pasien berhasil mencapai penajaman penglihatan 6/6 sampai 6/12 dan dapat mengerjakan aktivitas harian tanpa kacamata atau lensa kontak.
"Jadi cukup aman karena sudah dibuktikan oleh para ahli," urainya.
Untuk itu menurutnya pembangunan NLC ini sangat dibutuhkan, karena Surabaya kerap menjadi rujukan Indonesia timur. Dan kemajuan teknologi mau tak mau harus diikuti.
" Saya rasa pantas Surabaya memiliki Lasik Center, hal ini wujud perbaikan fasilitas untuk kesehatan mata,"paparnya.
Dengan teknologi terbaru yang dipakai, diharapkan dokter mata di Indonesia semakin dicintai. Karena teknologinya sudah canggih dan tak perlu ke luar negeri lagi untuk lasik.
Menurut Direktur NLC memaparkandr Diaz Alamsyah akan menggunakan alat lasik terbaru dari Jerman. Diharapkan alat ini akan mampu menangani minimal lima pasien setiap harinya.
"Dengan alat kami ini, tidak perlu dibuat flap di kornea yang biasa dilakukan pada prosedur Lasik,"jelasnya.
Karena tidak ada proses pembuatan flap, maka proses penyembuhan menjadi jauh lebih cepat dibanding Lasik konvensional.
Proses operasinya hanya beberapa menit saja dan begitu selesai operasi, penglihatan akan mencapi 80 persen serta akan mencapai 100 persen dalam beberapa hari.
"Ada beberapa cara untuk lasik, pastinya ada pemeriksaan terlebih dahulu. Kalau tidak bisa pakai yang alat baru ini kami ada penanganan lasik lainnya," ungkapnya.
Pembangunan NLC ini direncanakans elama delapan bulan. Selama proses pembangunan tim NLC mengungkapkan akan melakukan edukasi terkait lasik pada masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/national-lacik-center-nlc-di-jalan-ir-soekarno-nomor-41_20181104_170221.jpg)