Berita Surabaya

Politisi Nasdem, Awey Sayangkan Pemkot Surabaya Tak Gubris Pelurusan Sejarah WR Soepratman

Anggota DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey menyayangkan sikap Pemkot Surabaya tak menggubris protes keluarga WR Soepratman.

Politisi Nasdem, Awey Sayangkan Pemkot Surabaya Tak Gubris Pelurusan Sejarah WR Soepratman
SURYA.co.id/Fatimatus Zahroh
Petugas membersihkan Museum WR Soepratman untuk persiapan peresmian pada hari pahlawan mendatang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey menyayangkan sikap Pemkot Surabaya tak menggubris protes keluarga WR Soepratman.

Protes tersebut terkait dua versi tempat kelahiran pencipta Lagu Indonesian Raya di museum Jalan Mangga No 21.

Politisi Nasdem yang juga konsen pada bangunan cagar budaya itu menyebut langkah dan tindakan Pemkot itu tidak mencerminkan sosok pemerintah, khususnya kepala dinas yang menghormati keluarga besar Pahlawan Nasional.

Baca: BPP Prabowo-Sandi Jatim, Basuki : Gus Irfan dan dr Gamal Albinsaid Gabungan Pesantren dan Minlenial

Baca: Presiden Jokowi Tegaskan Dana Kelurahan Rp 3 Triliun untuk Kurangi Kemiskinan di Perkotaan

Baca: BREAKING NEWS - Aniaya Mantan Kekasih, Pemain Persela Saddil Ramdani Ditetapkan Tersangka

"Kalimat ini menunjukan Pemkot tidak menunjukan itikad baik untuk mau memahami persoalan yang ada. Yang justru muncul justru arogansi pemerintah," kata kata Awey, Jumat (1/11/2018).

"Padahal keluarga ini adalah keluarga dari pencipta lagu kebangsaan negara yang selalu dinyanyikan di banyak momen penting dan sakral," ujarnya.

Baca: Gus Irfan Gabung, Basuki Babussalam : Magnet bagi Nahdliyin Menangkan Prabowo-Sandi di Jatim

Baca: Karyawan Google di Asia dan Eropa Walk Out Pascakasus Pelecehan Seksual Muncul ke Publik

Menurut Awey, ada kalimat lebih pantas yang diutarakan menyikapai kekecewaan keluarga WR Soepratman karena yakin WR Soepratman lahir di Jatinegara 9 Maret 1903.

Bukanlah di Purworejo tanggal 19 Maret 1903.

Terlebih menurut Awey, perkataan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiarti menyebut bahwa yang menjadi konsen adalah Jalan Mangga No 21 adalah rumah wafat beliau untuk dijadikan museum.

Tanpa mengedepankan fakta sejarah lain seperti tempat dan tanggal lahir WR Soepratman.

"Saya meminta wali kota untuk menegur langsung. Karena tidak pantas kalimat itu terucapkan di saat pihak keluarga besar WR Soepratman berusaha meluruskan data sejarah yang ada," kata Awey.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved