Kantor Imigrasi Tanjung Perak

Pakai Visa Kunjungan untuk Bekerja di Indonesia , 7 Warga Mesir dan India Terancam  Deportasi  

Ketujuh ABK milik PT Java Ovean Shipping, Bachacha Marine Works Ltd terbukti menyalahi aturan, menggunakan visa kunjungan untuk bekerja di Indonesia.

Pakai Visa Kunjungan untuk Bekerja di Indonesia , 7 Warga Mesir dan India Terancam  Deportasi  
foto:praditya fauzi
Para ABK yang ditangkap petugas Imigrasi Perak berseragam tahanan. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) Kapal MV Zack Bachacha-1 ditangkap petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Tanjung Perak Surabaya.

Ketujuh ABK milik PT Java Ovean Shipping, Bachacha Marine Works Ltd itu terbukti menyalahi aturan, menggunakan visa kunjungan untuk bekerja di Indonesia.

Hal tersebut dibenarkan Kakanim Kelas I Tanjung Perak Surabaya, Romi Yudianto.

"Saat kami kroscek, ketujuh WNA menggunakan visa kunjungan saat masuk ke Indonesia," terang Romi saat press release, Jumat (2/11/2018).

Terpisah, Kepala Divisi Keimigrasian Jatim, Zakaria menjelaskan, ketujuh WNA itu akan segera dideportasi ke negara masing-masing sebagai hukuman administratif yang telah dilanggar.

"Akan kami pulangkan ke negaranya (Mesir dan India)," sahutnya.

Dari video yang diunggah TribunJatim.com, terlihat tujuh WNA ilegal itu mengenakan seragam tahanan berwarna oranye.

Saat dihadirkan saat press release, ketujuh WNA itu mengaku tak bisa berbahasa Indonesia.

Untuk sementara, ketujuh WNA itu ditahan, kemudian akan dipulangkan paksa ke negara masing-masing usai proses administrasi rampung. (pradhitya fauzi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved