Berita Surabaya

Pakai Teknik Kolase, Perupa Asal Magelang Ini Gelar Pameran Tunggal di Artotel Surabaya

Dengan teknik kolase ini, perupa Sulung Widya membuat enam lukisan dengan tajuk ‘Attendance !’.

Pakai Teknik Kolase, Perupa Asal Magelang Ini Gelar Pameran Tunggal di Artotel Surabaya
surya/sudharma adi
pameran tunggal bertajuk ‘Attendance !’ yang dipajang hingga 25 November di Artotel Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Potongan lembar majalah, koran atau gambar bisa dibentuk dan ditumpuk menjadi lukisan, yang disebut teknik kolase. Teknik ini yang dipakai seniman asal Magelang, Sulung Widya, sehingga tercipta enam karya lukis, dalam pameran tunggal bertajuk ‘Attendance !’ yang dipajang hingga 25 November di Artotel Surabaya.

Seniman kelahiran 1985 ini mengatakan teknik ini memberi wawasan berbeda dalam seni lukis. Dia menggabungkan potongan gambar berbeda, lalu terbentuk objek mirip humanoid atau kendaraan. Objek ini lalu dicetak, dan disablon di atas kanvas.

“Setelah desain terbentuk, barulah dicat akrilik secara manual. Proses penggarapan tergantung tingkat kesulitan, bisa seminggu hingga sebulan untuk tiap lukisan,” jelasnya di Artotel Surabaya, Jumat (2/11).

Dengan teknik kolase ini, dia membuat enam lukisan dengan tajuk ‘Attendance !’. Tajuk yang berarti kehadiran ini seperti pembuktian pada dirinya untuk menghasilkan lukisan terbaik.

Pasalnya, sejak lima tahun terakhir ini dia lebih banyak sibuk dengan komunitas seni rupa di Jogjakarta, ketimbang karya lukisnya.

“Saya menghadirkan karya lukisan terbaik yang dimiliki,” tutur lulusan ISI Jogjakarta ini.

Ada beberapa lukisan yang jadi andalannya, seperti lukisan besar berjudul Devided Attention.

Lukisan yang dibanderol Rp 10-12 juta ini menampilkan belasan kolase dengan tulisan ‘Risk’, ‘Rise’ dan ‘All day’.

Lukisan ini bermakna bahwa apapun masalah dan risiko yang dihadapi, maka itu harus disikapi dengan keteguhan hati dan pikiran cerah.

Ada juga lukisan berjudul For My Family, For My Friends. Lukisan ini adalah bentuk syukur atas support dan perhatian keluarga atau orang yang disayangi.

Sedangkan Hotel Manager Artotel Surabaya, Eggy Rigata menjelaskan, dia mengapresiasi positif pameran seni ini.

Apalagi, dengan adanya konsep berbeda, yakni seni dengan teknik kolase.

“Ini adalah kreasi yang luar biasa. Kami berharap pengunjung bisa menikmati karya seni ini,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved