Nama Gus Dur Tak Diusulkan Jadi Pahlawan. ini Komentar Effendy Choirie

Achmad Effendy Choirie, caleg DPR RI dari Partai Nasdem mengomentari absennya nama Gus Dur dalam rekomendasi enam nama penerima gelar Pahlawan.

Nama Gus Dur Tak Diusulkan Jadi Pahlawan. ini Komentar Effendy Choirie
www
Gus Dur 

SURYA.co.id | SURABAYA - Achmad Effendy Choirie, caleg DPR RI dari Partai Nasdem mengomentari absennya nama KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI yang ke 4 dalam enam nama yang diajukan Dewan Gelar untuk mendapatkan gelar Pahlawan.

Pada Surya, Choirie mengatakan bahwa warga masyarakat Indonesia yang mencintai Gus Dur tak perlu sedih atau menyayangkan absennya nama seorang tokoh pluralisme itu.

Ia mengatakan, pada saatnya Gus Dur pasti akan mendapatkan gelar pahlawan tersebut. Bahkan saat ini pun, Gus Dur sudah dianggap sebagai pahlawan oleh warga masyarakat Indonesia.

"Saya yakini pada saatnya Gus Dur akan dapat gelar pahlawan. Kalau sekarang belum diusulkan pasti ada pertimbangan lain. Barangkali saya yakin bahwa gelar itu akan diberikan pada Gus Dur di periode kedua pemerintahan Jokowi," kata Gus Choi.

Menurutnya, pertimbangan yang mungkin dipakai oleh Dewan Gelar adalah mendahulukan pahlawan kemerdekaan Indonesia yang sampai saat ini belum dapat gelar pahlawan, yang sudah gugur lebih lama dibandingkan Gus Dur.

Pertimbangan itu menurutnya wajar dan dapat dimaklumi. Lagipula menurut dia, penyematan gelar Pahlawan untuk Gus Dur juga tak perlu buru-buru.

Choirie mengatakan, kalau toh Gus Dur tahun ini tak masuk dalam enam nama yang diajukan ke presiden untuk dapat gelar pahlawan, warga NU ia minta tidak kecil hati.

"Bahkan menurut saya NU nanti tidak usah telalu keras menyuarakan pemberian gelar itu. Kurang pantaslah, karena kan meminta gelar pada diri sendiri. Biar yang lain sajalah," ucapnya.

Ia pribadi mendukung pemberian gelar Pahlawan untuk Gus Dur. Sebab presiden yang menggantikan Presiden BJ Habibie itu sudah memiliki peran besar bagi bangsa.

Gus Dur adalah orang yang semasa hidupnya memperkuat Bhineka Tunggal Ika, mewujudkan pluralisme diterima oleh seluruh warga bangsa dan memperkuat hubungan antar umat beragama.

Selain itu, Gus Dur juga menjadi orang yang memperkokoh gerakan bahwa yang mayoritas harus melindungi yang minoritas.

"Gus Dur juga bersama ulama menjadi jurubicara yang menegaskan bahwa ideologi bangsa ini sudah final dan tidak menerima ideologi alternatif seperti syariah, khilafah," kata caleg DPR RI dapil Gresik dan Lamongan ini.

Choirie juga menyebut Gus Dur adalah pejuang demokrasi bahkan sebelum demokrasi itu diterapkan di Indonesia. Gus Dur ia sebut sebagai lokomotif demokrasi. Poin poin itu yang membuat Gus Dur sangat layak diberi gelar pahlawan.

"Warga NU tak perlu sedih, jadi menurut saya, Gus Dur dapat gelar pahlawan hanya soal waktu saja," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved