Berita Surabaya

Jembatan Suramadu Kini Gratis, Bagaimana Nasib Pelabuhan Penyeberangan Ujung-Kamal?

Rencana itu dilakukan untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Kamal-Ujung pasca digratiskannya Jembatan Suramadu.

Jembatan Suramadu Kini Gratis, Bagaimana Nasib Pelabuhan Penyeberangan Ujung-Kamal?
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Lalu lintas di kawasan jembatan Suramadu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tarif tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sudah diresmikan menjadi jalan non-tol dan tidak lagi dipungut biaya.

Hal ini berdampak besar terhadap moda transportasi angkutan laut penyebarangan Kamal-Ujung.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Jawa Timur memiliki opsi untuk mengubah wajah jalur penyeberangan Ujung-Kamal menjadi wisata bahari.

Rencana itu dilakukan untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Kamal-Ujung pasca digratiskannya Jembatan Suramadu.

Kepala Dishub Jatim, Fattah Jasin, Kamis (1/11/2018) mengatakan, wisata bahari memungkinkan untuk menghidupkan kembali jalur penyeberangan laut yang melintasi dua pulau tersebut.

"(Dengan wisata) Sangat mungkin (menghidupkan pelabuhan Ujung-Kamal). Karena di situ ombak tidak ada, sehingga dari lingkungan sudah sangat mendukung," ucap Fattah.

Konsep wisata bahari tersebut, kata Fattah, akan dibicarakan lebih lanjut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, baik di Pemprov Jawa Timur maupun pemerintah kabupaten/kota di Madura dan Surabaya.

"Permintaannya seperti apa nanti baru kita bisa mensupplay. Misalnya, pariwisata bekerja sama dengan persatuan hotel atau asosiasi pariwisata yang mempunyai paket-paket wisata bahari di wilayah Kamal-Ujung dan sekitarnya, itu baru kita bisa," tuturnya.

Oleh karena itu, semua pihak harus duduk bersama mencarikan solusi untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Ujung-Kamal.

Misalnya, dengan mengundang operator, pemilik kapal, dan pemerintah kabupaten/kota. 

Misalnya, dengam mengalihkan lintas penyeberangan dan program paket wisata bahari.

"Karena di Tanjung Perak, pada waktu-waktu tertentu, ada kapal pesiar yang entah 2 atau 3 bulan sekali dapat dijadikan moment," katanya.

"Seperti di Thailand, misalnya, hanya untuk sekadar makan malam di atas kapal saja kita berkunjung ke sana, di dalamnya juga disediakan live music dan sebagainya," imbuh Fattah. (Ghinan Salman)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Suramadu Gratis, Ini Cara Agar Pelabuhan Kamal Kembali Ramai

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved