Berita Surabaya

ITS Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, Mahasiswa TIK se-Indonesia akan Bertarung Gemastik 2018

ITS Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah Gelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-11 tahun 2018

ITS Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, Mahasiswa TIK se-Indonesia akan Bertarung Gemastik 2018
istimewa
Jajaran juri Gemastik 2018 saat foto bersama Graha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYA.co.id | SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah Gelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-11 tahun 2018.

Gelaran tahunan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini secara resmi dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Dr Didin Wahidin di Graha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (1/11/2018).

Mengawali sambutannya, Didin menjelaskan Gemastik tahun ini dirasa istimewa karena adanya penambahan satu cabang perlombaan, yakni Karya Tulis Ilmiah TIK (KTI-TIK).

Sebelumnya, untuk perhelatan Gemastik ini hanya melombakan sebanyak 10 cabang perlombaan.

Menurut Didin, ditambahkan cabang lomba KTI-TIK ini dikarenakan kebanyakan lulusan perguruan tinggi Indonesia masih lemah dalam hal komunikasi lisan maupun tulisan.

“Lomba (KTI-TIK red) ini sebagai sarana untuk mengatasinya, sekaligus langkah menyiapkan mahasiswa menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Kesebelas cabang perlombaan yang diusung adalah Animasi, Desain Pengalaman Pengguna (UX Design), Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, Pemrograman, Penambangan Data (Data Mining), Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development), Pengembangan Bisnis TIK (ICT Business Development), Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development), Piranti Cerdas Sistem Benam dan IoT, Kota Cerdas (Smart City) dan Karya Tulis Ilmiah TIK.

Lebih lanjut, mantan rektor Universitas Islam Nusantara itu berharap akan banyak kreativitas yang dibawa oleh peserta.

Dengan banyaknya kreativitas tersebut, akan banyak pula inovasi yang dibuat guna memajukan kecakapan teknologi Indonesia.

Indeks inovasi Indonesia saat ini berada di urutan 85 dari 127 negara, maka dari itu inovasi di bidang teknologi harus terus ditingkatkan.

“Saat ini kalian harus ingat, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang menguasai dunia,” tegasnya.

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved