Ekonomi

Ekonom INDEF Prediksi Ekonomi Indonesia 2019 Masih Optimistis

konom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut bahwa di tahun 2019 mendatang prospek ekonomi Indonesia masih terlihat cukup optimistis.

Ekonom INDEF Prediksi Ekonomi Indonesia 2019 Masih Optimistis
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance). Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut bahwa di tahun 2019 mendatang prospek ekonomi terlihat cukup optimistis.

"Terutama dari sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)," kata Bhima saat hadir di Economic Outlook 2019 di Surabaya, Kamis (1/11/2018).

Tantangan di tahun 2019 tidak hanya tahun politik. Tapi juga era digital. Tinggal bagaimana memanfaatkan momentum tahun politik ini dan memanfaatkan era digital menjadi jalan bagi berkembangnya bisnis.

"Bagi sektor UMKM, adanya platform perdagangan digital atau e-commerce turut membantu pemasaran produk-produk UMKM," ungkap Bhima, dalam event yang digelar Bank BTPN dan Bisnis Indonesia : Entrepreneur Networking Forum, dengan tema Outlook Ekonomi 2019, Peluang UMKM di Era Digital dan Tantangan Tahun Politik.

Sedangkan adanya transportasi online juga memudahkan proses distribusi UMKM hingga ke level daerah mulai dari antar makanan hingga jual beli barang sekarang makin cepat dan murah.

“Jadi kita harus memandang ekonomi di 2019 dengan rasa optimistis. Event politik justru membawa banyak peluang bisnis, yang terpenting terus inovatif dan jeli membaca situasi," lanjut Bima.

Di tahun 2019, perekonomian Indonesia diprediksi akan tumbuh 5,2 persen. Sektor logistik, transportasi, konstruksi, dan perdagangan akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Permintaan di negara maju sebenarnya cukup solid, hanya saja pelaku usaha diminta untuk mencermati efek perang dagang dan fluktuasi kurs rupiah akibat perubahan dinamika global,” tambahnya.

Sementara perekonomian Jawa Timur diproyeksi tumbuh sebesar 5,6-5,8 persen pada 2019. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dalam lima tahun terakhir selalu berada di atas rata-rata ekonomi nasional yang sebesar 5 persen (yoy). Ini menunjukkan daya tahan ekonomi Jawa Timur cukup baik di tengah dinamika kondisi ekonomi domestik maupun global.

Faktor pendorong ekonomi di Jawa Timur adalah sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi termasuk real estate. Prospek sektor industri pengolahan yang sebelumnya beorientasi pada ekspor mulai bergeser ke pendalaman pasar domestik karena beberapa tekanan perang dagang dan pelemahan kurs rupiah.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved