Dengan Suara Bergetar, Gus Mus Beri Petuah Pihak-pihak yang Berpolemik Bendera, 'Sudah Hentikan!'

Ramainya polemik pembakaran bendera di Kabupaten Garut membuat Gus Mus bersuara. Petuahnya membuta pihak-pihak yang berpolemik diam.

Dengan Suara Bergetar, Gus Mus Beri Petuah Pihak-pihak yang Berpolemik Bendera, 'Sudah Hentikan!'
instagram
Video Gus Mus yang ditayangkan di Mata Najwa. 

SURYA.CO.ID -  Ramainya polemik pembakaran bendera di Kabupaten Garut membuat Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus akhirnya bersuara. 

Gus Mus meminta polemik ini dihentikan saja. 

"Assalamualaikum wr rb, menurut saya, pembicaraan itu dihentikan. Sudah ndak bicara itu lagi," dalam rekaman video yang ditayangkan Mata Najwa dengan tema 'Karena Bendera', Rabu (31/10/2018) malam.

Gus Mus yang saat itu berbicara dari Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang menjelaskan alasannya mengapa pembicaraan itu harus segera dihentikan.

"Karena saya bilang yang melakukan pembakaran sudah menyadari kesalahannya dan sudah meminta maaf, penegak hukum sudah bergerak, dan melakukan apa yang menjadi tugasnya. Jadi kita gak usah ngomong itu lagi. Berpikir yang lebih penting," jelasnya.

Baca: Bukti Kedekatan Bos Lion Air Rusdi Kirana dengan Jokowi, Inilah 5 Reaksinya Saat Pesawat Jatuh

Baca: Ditunjuk Jadi Jubir, Ini Tugas Gus Irfan selaku Cucu Pendiri NU di Tim Prabowo-Sandi

Baca: Penyebab Lokasi Jatuh Pesawat Lion Air Dulu Ditakuti, Ada Koin-Koin Emas Peninggalan VOC Belanda

Baca: Ahmad Dhani Unggah Foto Bareng Prabowo Subianto & Al Ghazali, Tapi Sebut-sebut Ahok Dalam Captionnya

Untuk itu, kata dia, ada hal yang lebih penting untuk dibicarakan daripada kasus pembakaran bendera tersebut.

"Berpikir yang lebih penting, terutama umat Islam. Umat Islam itu mayoritas di negara kita ini, jadi kita harapkan umat Islamlah yang menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia ini, yang bisa menjadikan Indonesia tempat ibadah yang mengkhusyukkan, tempat bersilaturahmi yang islami. Kita perlu memelopori hal itu sebagai mayoritas," ucap Gus Mus dengan suara bergetar. 

Caranya bagaimana? 

Menurut Gus Mus, caranya adalah kembali kepada ajaran tauhid.

"Tauhid itu berarti meng-esa-kan Allah SWT, dan menyatukan manusia, orang untuk hanya menyembah Allah SWT, Tuhan YME," katanya.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved