Berita Pasuruan

Kejari Kabupaten Pasuruan Gelar Program Stop ABH, Ini Tujuannya

Hal mendasar yang disampaikan dalam Stop ABH ini adalah memberikan pemahaman agar anak tidak melakukan tindakan kriminal

Kejari Kabupaten Pasuruan Gelar Program Stop ABH, Ini Tujuannya
surya/galih lintartika
Launching Stop ABH Kejari Kabupaten Pasuruan 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan meluncuran program Stop Anak Berhadapan Hukum (ABH), Rabu (31/10/2018). Kegiatan yang dilakukan di GOR Raci ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk inovasi Kejari Kabupaten Pasuruan untuk menjauhkan anak dari persoalan hukum.

Dalam sambutannya, Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Pasuruan, M Noor, mengatakan launching Stop ABH ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari sejumlah kegiatan lain yang sudah dilakukan oleh Kejari Kabupaten Pasuruan sebelumnya.

Disebutkan Kajari, beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antaranya Jaksa Menyapa yang disampaikan melalui salah satu stasiun radio, Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Masuk Pesantren (JMP), dan sebagainya.

Untuk program Stop ABH ini, Kejari Kabupaten Pasuruan telah mengawali dengan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi hukum kepada anak, pendekatan dengan anak jalanan, serta melakukan giat lomba-lomba yang melibatkan anak.

Lepas dari itu, launching yang dilakukan Kejari Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan ini diharapkan mampu meminimalisir anak berurusan dengan hukum.

"Hal mendasar yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah memberikan pemahaman agar anak tidak melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri, mengonsumsi narkoba, berkelahi, melakukan seks bebas dan hal lain yang melanggar hukum," jelasnya.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kejari Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, ini inovasi yang luar biasa.

Irsyad menuturkan sangat menggantungkan nasib anak-anak Pasuruan melalui program ini. Artinya, program ini diharapkan bisa membawa anak-anak Pasuruan lebih paham dengan hukum.

"Kami berharap program ini bisa bersinergi dengan program kami. Harapannya, anak-anak Pasuruan tidak terjerat kasus hukum karena mereka memahami hukum sejak dini. Apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan," tandas Irsyad Yusuf.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved