Berita Probolinggo

Diduga Persulit Perawatan, Warga Probolinggo Ini Gugat RSUD dr Mohammad Saleh dan BPJS Kesehatan

Sudarman meninggal dunia setelah tak mendapat perawatan di RSUD dr Mohammad Saleh. Ini lah yang menjadi dasar munculnya gugatan

Diduga Persulit Perawatan, Warga Probolinggo Ini Gugat RSUD dr Mohammad Saleh dan BPJS Kesehatan
surya/galih lintartika
Hanifa (25) warga Jalan Raya Lumbang, Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kota Probolinggo, Selasa (30/10/2018) siang. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Hanifa (25) warga Jalan Raya Lumbang, Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Kota Probolinggo, Selasa (30/10/2018).

Kedatangannya bersama tim kuasa hukum ini memiliki maksud dan tujuan. Mereka datang untuk menggugat RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo sebagai tergugat 1, dan BPJS cabang Probolinggo sebagai tergugat 2, atas dugaan kedua tergugat sudah melanggar hukum.

Gugatan yang memiliki nomor register NO.43/PDT.G/2018 di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo ini, Hanifa melalui tim kuasa hukum penggugat yakni, Muhammad Sholeh, meminta kepada dua tergugat untuk bertanggung jawab atas meninggalnya Sudarmawan, suami Hanifa.

Kepada Surya, M Soleh, ketua tim kuasa hukum Hanifa, mengatakan, Sudarman, suami Hanifa aktif menjadi peserta BPJS sejak 5 Februari 2015. Dan ia rutin membayar iuran per bulan Rp 85.000 untuk kelas 1 BPJS.

Persoalannya muncul saat Sudarman yang memiliki riwayat penyakit komplikasi Jantung datang untuk kontrol dan mengambil obat ke RSUD dr Mohammad Saleh.

Namun sayang, kedatangan mereka ditolak pihak RS khususnya di bidang Poli Jantung, dengan alasan harus membawa rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat 1.

"Korban sebenarnya sudah membawa, tapi rumah sakit menyebut rujukan itu sudah habis masa berlakunya," kata dia.

Mendapat perlakuan seperti, lanjut Soleh, Sudarman sempat menanyakan ke rumah sakit terkait kebijakan yang mereka lakukan sehingga mempersulit dirinya.

"Penyakitnya penggugat ini parah dan harus segera mendapatkan pertolongan medis," tambahnya.

Akan tetapi, lanjut dia, pihak RS tetap menolak melakukan perawatan, dengan alasan harus ada rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat 1 yakni, Puskesmas Tongas, Probolinggo.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved