Pesawat Lion Air Jatuh
Curhat Terakhir Lewat WA, Pramugari Lion Air JT-610 Mengeluh Lelah
Alviani Hidayatul Solikha, pramugari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang sempat curhat kepada gurunya, sehari sebelum kecelakaan.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id|MADIUN - Alviani Hidayatul Solikha, pramugari pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, pada Senin (29/10/2018) sempat curhat kepada gurunya, sehari sebelum kecelakaan.
Gadis yang baru 2017 lalu lulus dari SMAN 1 Dolopo ini memang dekat dengan guru bahasa Inggrisnya, Rindang Wahyu Wijayanti.
Hal itu disampaikan guru bahasa Inggris SMA 1 Dolopo, Rindang Wahyu Wijayanti saat ditemui usai menemui keluarga Alvi di RT14/RW07, Dukuh Gantrung, Desa Mojorejo, Kabupaten Madiun, Senin (29/10/2018).
"Sampai tadi malam, dia sempat WA saya. Yang disampaikan, dia berkeluh kesah, dia capek. Akhir-akhir ini dia memang banyak mengeluh, dia capek, dia lelah, hidup itu nggak mudah ya Mom, life is not easy dan semacamnya," kata Rindang.
Baca: Penuh Tanggungjawab, Inilah Rahasia Besar Pramugari yang Tak Diketahui Penumpang Pesawat
Baca: Kurang 24 Jam, Penyebar Hoax dan Fitnah Agama yang Bikin Geram Deddy Corbuzier Tertangkap
Ketika dicurhati oleh Alvi, ia selalu memberikan support kepada murid kesayangannya itu.
"Saya support, saya motivasi, teman-teman kamu yang lain saja ingin seperti kamu, bisa berkarir dengan mulus," katanya.
Rindang mengatakan, Alvi memang dekat dengan dirinya.
Tak jarang, Alvi berkabar atau curhat dengan dirinya melalui WhatsApp.
Bahkan, ketika Alvi akan terbang ke luar negeri, ia juga memberi kabar melalui pesan WA.
"Kayak kemarin, waktu dia mau terbang Singapura, dia WA saya. I wanna flight to Singapore tomorrow Mom. Ya udah hati-hati ya," kata Rindang.
Baca: Keluarga Teknisi Pesawat Asal Bangkalan yang Jadi Korban Pesawat Lion Air JT-610 Harap Keajaiban
Baca: Keluarga dan Sahabat Alvi, Pramugari Lion Air JT-610 Masih Belum Percaya Alvi Jadi Korban
Diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air yang jatuh sebelumnya lepas landas pukul 06.10 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta dengan rute Bandara Depati Amir di Pangkal-Pinang, Bangka Belitung.
Namun, 13 menit setelah lepas landas, pesawat tersebut jatuh ke laut. Pesawat tak tiba di Bandara Pangkal Pinang yang seharusnya dijadwalkan pukul 07.20.
Pesawat tersebut mengangkut 189 orang dengan 178 penumpang dewasa, seorang anak, dan dua bayi. Selebihnya adalah kru pesawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/curhat-terakhir-pramugari-lion-air_20181029_215150.jpg)