Single Focus

Korban Tabrakan Kereta Api di Perlintasan Margorejo Minta Pihak Pengelola Rel KA Lebih Teliti

Korban kecelakaan kereta api di perlintasan Margorejo, Surabaya, angkat bicara. Dia meminta pengelola lebih teliti.

Korban Tabrakan Kereta Api di Perlintasan Margorejo Minta Pihak Pengelola Rel KA Lebih Teliti
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Kondisi mobil Toyota Avanza yang ringsek ditabrak kereta api di perlintasan Margorejo, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kecelakaan di perlintasan kereta api (KA) di Kota Surabaya masih saja terjadi. Yang membuat miris, korbannya tak hanya satu orang, tetapi melibatkan satu keluarga.

Ini seperti dialami Mohammad Kurjum, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, saat mengendarai mobil bersama istri dan satu anaknya.

Kendaraan Kurjum ditabrak Kereta Api (KA) Mutiara Timur malam rute Surabaya-Banyuwangi di perlintasan palang pintu Jalan Ahmad Yani Margorejo, Wonocolo, Surabaya, sekitar pukul 22.00 WIB, awal bulan ini.

"Saat itu, posisi seperti lalu lintas biasa, mobil depan saya juga jalan biasa. Makanya, pengemudi depan saya kaget tiba-tiba terdengar suara brak di belakang mobil dia,"tutur Kurjum, pekan lalu.

Menurutnya, saat kejadian tak ada sirine kereta dan palang belum tertutup. Ia dan istri juga tidak menyadari ada kereta yang akan melintas.

"Tiap hari saya lewat situ, malam itu saya dari rumah, mau ke pameran buku di Jatim Expo. Istri saya juga sedang capek karena aktivitas seharian jadi nggak banyak bicara,"ungkap bapak empat anak ini.

Ia mengungkapkan, jalur berbelok di kawasan itu memang tidak memungkinkan pengendara melihat kereta api melintas karena terhalang pembatas jalan.

"Saat kejadian sirine tidak bunyi, kalau ada saya nggak berani. Karena biasanya kalau palang sudah ditutup ya saya berhenti,"ungkap dosen bahasa Inggris ini.

Karena itu, Kurjum berharap agar pihak pengelola lebih perhatian, baik KAI maupun Dishub harus lebih teliti lagi. Terutama masalah yang sering muncul, seperti kasus yang dialaminya yaitu sirine tidak berbunyi.

"Setelah kejadian memang ada respons dari pihak Jasa Raharja. Saya masih harus mengikuti kasus ini bersama pengacara saya," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved