Berita Bangkalan

Mantan Teroris Ali Fauzi : Pendekatan Negara Menggugah Hati Saya

Dies Natalis tersebut mengusung tema, Pancasila di Era Milineal: Aktualisasi Negara Hukum Pancasila dan Aspirasi dan Aspirasi Politik Keagamaan.

surya/istimewa
Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Seminar Pancasila dan Temu Alumni Fakultas Hukum UTM dalam Diesnatalis 37 di Gedung Pertemuan UTM, Kamis (25/10/2018). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - "Bukan hanya menentang tapi saya ingin merobohkan nilai-nilai Pancasila sebagai asas dan falsafah bernegara."

Pernyataan itu disampaikan Ali Fauzi di awal paparannya pada Seminar Pancasila dan Temu Alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dies Natalis 37 FH UTM di Gedung Pertemuan UTM, Kamis (25/10/2018).

Ia mengisahkan ketika dirinya masih aktif bergabung dalam kelompok intoleran periode 1991-2008 bersama saudaranya, Ali Imron dan Amrozi.

"Ketika saya melihat gedung tinggi, dalam benak saya langsung muncul 'berapa kilo?' (bahan peledak)," jelas pria kelahiran Lamongan itu.

Perilaku seperti itu lantaran dirinya didoktrin dengan paham-paham keagamaan yang salah dan berlebihan.

Ia diangkat sebagai Kepala Instruktur Perakitan Bom JI di Jatim.

Ia menegaskan, terorisme bukan produk dari keputusan single tetapi hasil dari proses panjang yang secara perlahan mendorong seseorang berkomitmen kepada aksi kekerasan atas nama Tuhan.

"Otak saya dicuci untuk membunuh. Kami menganggap yang paling benar, orang lain salah. Dalam beragama, berlebihan itu tidak boleh," paparnya.

Hingga pada tahun 2008 ketika dirinya dalam pembinaan Polri, ia mulai sadar paham keagaaman yang dipercaya selama ini adalah salah.

Terlebih perlakuan para petinggi Polri terhadapnya setelah ia dideportasi dari Malaysia.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved