Ekonomi Bisnis

Indonesia Economic Forum 2018 Petakan Jalur Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Perhelatan Indonesia Economic Forum 2018 yang digelar di Surabaya menunjukan peta jalur baru untuk meningkatkan ekonomi Jawa Timur

Indonesia Economic Forum 2018 Petakan Jalur Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi Jatim
surya/sri handi lestari
Ronald Walla, President Director PT Wismilak Inti Makmur (ketiga dari kiri) saat menyampaikan materi tentang Industri 4.0 dalam IEF 2018 di Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perhelatan Indonesia Economic Forum (IEF) 2018 yang digelar di Surabaya, Kamis (25/10/2018), menunjukan peta jalur baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim). Acara yang dibuka oleh founder sekaligus CEO IEF, Shoeb Kagda itu, memberikan jabaran potensi ekonomi yang bisa dikembangkan.

"Salah satunya adalah dengan mengurangi produk impor yang masuk Jatim, dengan mengundang investor untuk mengolah produk yang sebelumnya impor itu menjadi produk dalam negeri, meski bahan dasarnya tetap harus impor. Tapi paling tidak ada value addict (nilai tambah) pada produk," jelas Jamhadi, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya sekaligus tim ahli Kadin Jatim, saat tampil sebagai pembicara di sesi pertama IEF bertema New Pathways to Growth, bersama Gareth Tan, Regional Director Enterprise Singapore, yang dimoderatori Shoeb Kagda.

Diakui Jamhadi investasi di Jatim terus bertambah. Hal ini mampu mendorong kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim terhadap nasional, yang mencapai 17,8 persen. Urutan kedua setelah Jawa Barat (Jabar).

Bila terus dikembangkan, bisa-bisa Jatim mampu menggeser Jabar, yang saat ini kontribusi PDRB-nya sekitar 18,2 persen.

"Apalagi potensi di Jatim, mulai dari tenaga kerja yang banyak, lahan yang murah, akses infrastruktur sudah mencukupi dan dukungan pemerintah daerah yang baik terkait dengan perkembangan industri baru," tambah Jamhadi.

Hal itu diakui oleh Gareth Tan, yang menyebut banyak pengusaha Singapura yang membidik pengembangan usahanya di Jatim.

"Banyak potensi usaha di Jatim. Seperti pengolahan ikan, agro, dan lainnya," kata Gareth, yang membuka kantor perwakilan di Spazio, Surabaya.

Selanjutnya di sesi kedua forum tersebut, tampil sebagai pembicara Ivy Kamadjaja, Marketing Director Kamadjaja Logistik dan Ronald Walla, President Director PT Wismilak Inti Makmur Tbk. Juga Andi Irawan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya (ITS) dan Akhari Hananto, Founder Good News From Indonesia.

Mereka memaparkan potensi pengembangan usaha di Jatim dengan tema Industry 4.0 : The Next Era of Growth and Innovation atau Era Baru Pertumbuhan dan Inovasi di sektor Ekonomi.

Ivy Kamadjaja, mengakui, di bidang logistik saat ini sudah banyak mengalami perubahan dengan adanya teknologi.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved