Berita Surabaya

Hadiri Kongres AFEBI, Gubernur Jatim Soekarwo Usulkan Kurikulum Ini

Pakde Karwo, sapaan akrabnya mengusulkan berbagai kurikulum di depan ratusan dosen FEB dari berbagai universitas di Indonesia

Hadiri Kongres AFEBI, Gubernur Jatim Soekarwo Usulkan Kurikulum Ini
tribunjatim/sofyan arif candra
Kongres VI Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim, Soekarwo menghadiri Kongres VI Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) 'Mewujudkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang Inovatif untuk Menghadapi Era Disrupsi' di Sheraton Hotel, Jalan Embong Malang, Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Dalam kongres tersebut, Pakde Karwo, sapaan akrabnya mengusulkan berbagai kurikulum di depan ratusan dosen FEB dari berbagai universitas di Indonesia.

Salah satu tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan ekonomi lokal.

Sebagai contoh kecil, Pakde Karwo menyarankan agar inkubator atau tempat pelatihan dipindah dari laboratorium di dalam kampus dengan pelatihan dengan bertemu masyarakat atau customer langsung.

"Katakanlah misalnya reparasi sepeda motor itu dibuka di luar, agar bertemu langsung dengan orang yang memperbaiki. Ini agar jiwa entrepreneur tumbuh lewat praktik langsung," kata Pakde Karwo.

Selain itu, orang nomor satu di Jatim ini juga menyarankan agar FEB terus memperkuat ekonomi marketing dengan adanya sistem intelijen marketing.

"Kalau marketing kan harus tahu ke mana produknya akan dijual, maka ada yang namanya intelejen market. Nah itu harus diajarkan intelijen market itu dan setiap saat harus di update sesuai perkembangan," kata Pakde Karwo.

"Karena kalau orang berjualan tapi hanya diam berjualan saja tidak akan bisa berkembang. Terus siapa yang melakukan intelijen market tersebut? Bisa pemerintah dan pelaku usaha itu sendiri," lanjut Pakde Karwo.

Selain intelejen marketing, Pakde Karwo mengatakan penerapan ekonomi digital juga penting dalam marketing untuk lebih menarik customer.

Lebih lanjut dari sisi pembiayaan agar lebih efisien dan bisa menghasilkan produk yang murah, Pakde Karwo menyarankan agar pelaku usaha berkerja sama dengan pemerintah.

"Nanti sistemnya bisa diubah dari anggaran OPD menjadi anggaran perbankan sebagian, kalau pakai sistem perbankan pasti terdidik menjadi entrepreneur karena kan menyicil (untuk melunasi pinjaman)," lanjutnya. (tribun jatim/sofyan arif candra)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved