Berita Blitar

Dirjen Kemensos Perintahkan Dinsos Blitar untuk Urusi Nenek Katiyem yang Tidur dengan Ayam 

Pemberitaan terhadap nenek Katiyem (81), dan anak perempuannya, Mesini (39), yang tinggal dengan ayam di bekas dapur direspons Kementerian Sosial.

surya.co.id/imam taufiq
Rombongan Dinsos Blitar dan perangkat desa mengunjungi rumah nenek Katiyem. 

SURYA.co.id | BLITAR - Pemberitaan terhadap nenek Katiyem (81), dan anak perempuannya, Mesini (39), yang tinggal di bekas dapur rumahnya langsung direspons Kementerian Sosial. Sehari setelah diberitakan SURYA.co.id, Rabu (23/10) malam, Romelan, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemkab Blitar, mengaku ditelepon oleh Dirjen Kementerian Sosial.

Intinya, Dinsos diminta untuk secepatnya, mengurusi kondisi nenek Katiyem dan anaknya, yang sudah lama tinggal dengan kondisi kurang layak. Sebab, mereka tinggal di bekas dapur rumahnya, yang kalau malam juga ditempati tidur ayam.

Nenrek Katiyem tinggal  di Dusun Putuk Rejo, Desa Sumber Urep, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar

Karena itu, Kamis (25/10/2018) siang, Romelan langsung memerintahkan salah satu kasi (kepala seksinya), Suwito, mendatangi rumah nenek Katiyem.

Begitu bertemu keduanya, Suwito merasa terharu karena memang kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, anaknya, Mesini tinggal di bekas dapur rumahnya, dengan kondisi fisiknya lumpuh. Sementara, ibunya, Katiyem, siang itu tinggal di kamar depan rumahnya, dengan kondisi tak bisa melihat akibat penyakit katarak yang dideritaanya.

"Kami nggak tega, dengan kondisi nenek dan anaknya itu. Jika tadi keluarganya memperbolehkan, kami akan membawanya, untuk ditampung di shelter (rumah singgah). Sebab, kalau di shelter, segala kebutuhannya setiap hari, kami yang menanggungnya dan ada petugas kami, yang mengurusinya," kata Romelan.

Namun karena anaknya masih bertanggungjawab untuk merawatnya, sehingga rencana itu diurungkan.

Selanjutnya, Dinsos mengajukan program keluarga harapan (PKH). Yakni, setiap bulan nantinya, mereka akan dapat jatah sembako, seperti beras dan kebutuhan dapur. Termasuk, Dinsos juga akan menguruskan kartu Indonesia sehat (KIS).

"Yang jelas, Dinsos akan memfasilitasi segala kebutuhan mereka. Misalnya, kalau mau berobat sewaktu-waktu, nenek Katiyem bisa langsung berobat gratis di puskesmas maupun rumah sakit yang telah di tunjuk " papar Romelan yang menyarankan agar pihak RT/ RW dan perangkat desanya aktif melaporkan warganya yang tidak mampu seperti nenek Katiyem.

Didatangi tim dinsos dan akan ditanggung segala kebutuhannya, nenek Katiiyem, merasa bersyukur.

"Ya, matur suwun," ujar Katiyem, sambil duduk di atas ranjang atau tempat tidurnya.

Sementara itu, Tukiman, Kepala Dusun (Kasun) Sumbermanggis, mengatakan, dirinya berterima kasih karena nenek Katiyem dan anaknyya, langsung dikunjungi Dinsos.

"Ya, alhamdulillah, meski anaknya, tetangganya, dan pihak desa juga bertanggung jawab, namun kalau sudah ditangani dinsos kan jauh lebih terperhatikan," paparnya, yang berharap juga ada bantuan dari para dermawan lainnya.

Seperti diberitakan, nenek Katiyem (81), dan anak perempuannya, Mesini(39), sudah lama hidup dengan kondisi memprihatinkan. Sebab, mereka tinggal di bekas dapur rumahnya, yang kondisinya tak terawat.

Seperti dipakai menyimpan tumpukan kayu bakar, dan ada banyak kotoran ayam karena kalau malam hari ayam peliharaannya juga tidur di situ.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved