Berita Internasional

Selamat dari Gempa dan Tsunami Palu, Atlet Paralayang Singapura Ini Tewas saat Ikuti Kompetisi

Selamat dari gempa dan tsunami Palu, atlet paralayang Singapura ini justru tewas saat ikuti kompetisi

Selamat dari Gempa dan Tsunami Palu, Atlet Paralayang Singapura Ini Tewas saat Ikuti Kompetisi
tribun timur/irwan rismawan
Kondisi Kota Palu usai bencana gempa bumi melanda, pada Jumat (28/9/2018) petang 

SURYA.co.id - Selamat dari gempa berkekuatan 7,4 SR di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) petang, atlet paralayang asal Singapura ini justru meregang nyawa di India.

Adalah Ng Kok Choong, yang tewas saat beraksi di India.

Tubuhnya yang tak bernyawa baru ditemukan Selasa (23/10/2018), sehari setelah dia dinyatakan hilang.
Dilansir dari Straits Times, pria berusia 53 tahun itu sebelumnya selamat dari gempa dan tsunami di Palu.

Situs resmi Federasi Olahraga Udara Singapura, menyebutkan, Ng beraksi sekitar pukul 11.00, Senin (22/10/2018) di Bir-Billing, Himachal Pradesh.

Ternyata, cuaca saat itu berubah menjadi buruk dan dia tidak kembali ke hotelnya usai beraksi.

Kemudian, pihak berwenang di India menemukan jenazah Ng, yang diambil dengan bantuan helikopter.

"Warga Singapura itu terdaftar sebagai atlet paralayang dan hilang usai lepas landas dari Bir-Billing pada Senin lalu," ujar pejabat pemerintah setempat, Baijnath Vikas Shukla, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Atlet paralayang Singapura Ng Kok Choong (53) ditemukan tewas pada Selasa (23/10/2018), sehari setelah dia dinyatakan hilang.
Atlet paralayang Singapura Ng Kok Choong (53) ditemukan tewas pada Selasa (23/10/2018), sehari setelah dia dinyatakan hilang. (straits times)

Dia menambahkan, Ng kemungkinan tewas karena kehilangan kendali akibat angin kencang dan mengalami kecelakaan di sisi lain pegunungan.

"Kami berdoa untuk jiwamu, sahabat kami. Kami akan merindukanmu. Beristirahatlah dengan tenang," demikian ucapan duka dari Federasi Olahraga Udara Singapura.

Menurut laporan media lokal, Tribune, Ng berada di Bir-Billing untuk mengikuti kompetisi Paragliding World Cup, yang dimulai, Sabtu (27/10/2018).

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved