Citizen Reporter
Kuliah di Jurusan Bimbingan dan Konseling, Haruskah Jadi Guru BK?
Acara itu bertema Pola dan Arah Kebijakan Profesionalisasi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Indonesia.
SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), berbondong-bondong menghadari seminar nasional dan workshop.
Seminar berlangsung di Lantai 9 Gedung LP3M Unesa, Sabtu (6/10/2018).
Acara itu bertema Pola dan Arah Kebijakan Profesionalisasi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Indonesia.
Bambang, dosen BK Unesa, mengungkapkan tujuan acara untuk meningkatkan kualitas dan membentuk diri profesionalisme sebagai guru BK dan konselor, dan re-service training untuk peserta pra jabatan.
Acara diikuti mahasiswa maupun lembaga bimbingan konseling di sekolah.
Dimulai pukul 08.00, panitia menghadirkan tiga pembicara.
Mereka adalah M Farozin, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, dan Suhartanti serta Budi Purwoko dari Jurusan BK Unesa.
Farozin mengungkapkan, ada empat harapan untuk bimbingan dan konseling, yaitu adanya pendidikan profesi BK, penyelenggaraan BK di sekolah, penyelenggaraan BK di Perguruan Tinggi, dan organisasi BK.
“Seluruh dosen BK harus disiplin dan mengampu sesuai dengan keahliannya serta adanya kurikulum program studi BK, pemenuhan sarana prasarana, dan akreditasi yang bagus sebagai pendukung,” katanya.
Sementara itu, hal terpenting sebagai guru BK menurut Suhartanti, tidak saja mengurusi masalah, tetapi memberikan pemahaman kepada peserta didik sebagai usaha preventif.
Guna mencapai itu, ia menyarankan adanya keterkaitan antara guru BK, guru mata pelajaran, guru wali kelas, dan kepala sekolah.
“Tujuannya, agar pemeliharaan dan pengembangan edukasi peserta didik dapat berjalan secara optimal,” kata Suhartanti.
Selain meningkatkan kemampuan guru BK, Budi Purwoko yang menjadi Ketua Jurusan BK Unesa menegaskan, diperlukan standar PPG-BK bersama Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia atau forum prodi nasional.
Standar itu penting, salah satunya untuk menetapkan standar kelulusan mahasiswa.
Bayyinatur Rohmah, mahasiswa BK Unesa mengaku senang mendapat informasi penting sebagai calon pendidik BK.
“Meski masih semester awal, tetapi tetap harus dipersiapkan sebaik mungkin,” katanya.
Ambar Feny Afifah
Mahasisw Jurusan Bimbingan dan Konseling
Universitas Negeri Surabaya
adikambar33@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-smile_20181024_202946.jpg)