Berita Sumenep Madura

Kemarau Panjang, Warga Kepulauan Sumenep Madura Krisis Air Bersih, Pemkab Mengaku Belum Ada Laporan

Musim kemarau yang terjadi di Sumenep sejak 6 nulan lalu mengakibatkan krisis air di di sejumlah kepulauan Sumenep.

Kemarau Panjang, Warga Kepulauan Sumenep Madura Krisis Air Bersih, Pemkab Mengaku Belum Ada Laporan
surya/sudarmawan
Foto ilustrasi.

SURYA.co.id | SUMENEP - Musim kemarau yang terjadi di Sumenep sejak 6 nulan lalu mengakibatkan krisis air di di sejumlah kepulauan Sumenep. Bahkan hampir semua sumber air bersih kini kering kerontang.

“ Semua sumur-sumur kering karena tak sekalipun turun hujan. Sehingga kami sangat kerepotan untuk mendapatkan air bersih,” kata Khairul Kalam (38) warga Desa Tonduk, Pulau Raas, Kecamatan Raas Sumenep, Rabu (24/10/2018).

Saat ini lanjut, Khairul, masyarakat kepulauan ini harus mendapatkan air bersih dengan cara mengambil air ke daratan Sumenep dengan menggunakan perahu. Ada juga warga yang memanfaatkan musim kemarau ini dengan menjual jasa distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk.

“ Kalau untuk untuk mandi dan mencuci pakaian kami masih bisa mencari aliran sungai, tetapi minum dan memasak, terpaksa harus mendapatkan di daratan Sumenep atau membeli air bersih melalui jasa masyarakat,” timpal Sukri.

Hal yang sama juga terjadi di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep. Hampir semua sumber air bersih yang terdapat sekitar ratusan sumur atau sumber air yang sudah tidak mengeluarkan air, karena kemarau.

“ Ada sekitar 118 sumber mata air di pulau ini yang sudah kering karena kemarau panjang dan tak pernah sekalipun turun hujan sejak bulan Juni lalu,” kata Jazuli warga pulau Giliraja.

Diakuinya, memang setiap musim kemarau, selalu terjadi kelangkaan atau krisis air bersih, tetapi untuk tahun ini masa krisisnya lebih panjang karena sampai 6 bulan. Sehingga warga di Pulau Giliraja ini blingsatan mencari sumber air bersih yang masih tersedia airnya. Namun sekarang semua sumber air bersih sudah kosong semua. 

“ Untuk minum dan masak, masih terpaksa beli air mineral karena tidak tersedia air bersih dari sumber-sumber air di sumur milik warga,” sambungnya.

Karena itu, warga Pulau Raas dan Pulau Giliraja berharap ada keterlibatan pemerintah, untuk membantu kekurangan air bersih ini.

“ Kalau sebulan lagi tetap tidak ada hujan, maka jelas kami akan kelimpungan air bersih. Karena itu semoga ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riyadi, mengaku hingga saat ini belum menerima laporan  krisis air bersih di  Pulau Raas dan Pulau Giliraja. Baik laporan dari kepala desa atau masyarakat setempat.

“ Kalau ada laporan pasti kami akan segera menindaklanjuti dengan berusaha membantu distribusi air bersih ke lokasi yang selama ini mengalami krisis air tersebut,” tegas Rahman Riyadi.
 

Penulis: Moh Rivai
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved