Sambang Kampung Kedung Asem

Awalnya Dicibir Pendaur Ulang, kini Sandal Jepit Kampung Kedung Asem Tembus Pasar Eropa dan China

Ratusan pasang sandal japit menumpuk di salah satu sudut rumah Erna Mufida di Wisma Kedungasem, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
TEMBUs PASAR GLOBAL - Erna Mufida sang ibu kreatif saat berpose bersama putrinya di Mufida Home Creative, di Rumahhya di Wisma Kedung Asem, Kamis (24/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan pasang sandal japit menumpuk di salah satu sudut rumah Erna Mufida di Wisma Kedungasem, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Di sudut kecil ruangan inilah, dihasilkan karya luar biasa dari seorang ibu rumah tangga. 

Jika sebagian banyak orang menganggap sandal jepit adalah barang tidak bernilai, namun bagi Mufida tidak demikian. Melalui sentuhan kreativitas dan keuletannya, sandal jepit itu menjadi bernilai tinggi. 

Bahkan produk berbahan sandal jepit karya Mufida ini telah menembus pasar global. Sandal jepit merk Sandalku karya Mufida kini sudah menembus China. Terakhir malah sudah kerap menjadi oleh-oleh tetap para pelancong dari Eropa. 

Saat para pelancong asing itu tiba di Surabaya dengan Kapal Pesiar, mereka selalu menjadikan Sandalku sebagai produk yang selalu diburu. "Hand Made is Good. Begitu komentar mereka begitu mampir di stan saya," kenang Perempuan kreatif ini saat ditemui Surya, Kamis (24/10/2018).

Ibu tiga anak ini selalu mendapat apresiasi dari bule yang singgah di Surabaya. Perempuan yang akrab disapa Erna ini masih ingat saat bule Belanda terkesan dengan karya tangannya.

"Saat itu juga, sandal saya dipakai bule," ucap Erna. 

Hampir setiap kapal Pesiar singgah di Surabaya, Sandalku sempat mencuri perhatian para bule. Ada yang membeli lebih dari satu. Erna yang sudah memenangi Pahlawan Ekonomi dari Pemkot Surabaya ini memang telah menjadi mitra binaan Pelindo III. 

Setiap ada Kapal Pesiar, produk UKM Kota Surabaya dihadirkan termasuk produk Sandalku. Selain diminati banyak turis asing, sandal cantik karya Mufida ini banyak dibawa ke China melalui pelanggan Erna di Pasar Atom. 

"Saya biasa beli kain di Pasar Atom untuk menjadi bahan Sandalku. Setelah tahu kalau kain itu untuk bahan dasar Sandalku hingga dibawa berkali-kali ke China," kata Erna. 

Perempuan alumnus SMAN 1 Surabaya ini harus melalui kerja keras tak kenal lelah untuk menjadikan produk Sandalku diminati banyak orang. Saat ini setiap hari, Sandalku mampu memproduksi 10-15 pasang sandal jepit hias. 

Sandalku disuplai ke setiap stan UMKM di seluruh Kota Surabaya. Stan UMKM tersebar di hampir setiap mal, kantor Pemkot Surabaya, dan tempat strategis lain. Selain itu produk karya Mufida ini juga menembus Pusat Oleh-oleh Mirota Gubeng. 

Niki Yusnanda, putri Erna menjadi saksi kerja keras ibunya menyulap sandal jepit menjadi bernilai.

"Sebenarnya kreativitas ibu ini bermula dari hobi yang suka menjahit. Begitu sandal jepit dikemas dengan kain jahitan, menjadi diminati," kata Nicky. 

Sandal jepit selama ini hanya digunakan untuk ke kamar mandi. Tidak lebih dari itu. Namun Erna menyulapnya dengan tangan kreativitasnya. Kemampuan menjahit dipadukan hingga menghasilkan sandal jepit cantik. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved