Berita Trenggalek

Terkait OTT Puskemas Pule Trenggalek, Bupati Emil: Bukan Terkait Pungli

Emil juga mengimbau ke unit-unit lain agar tidak melakukan pungutan serupa, karena pijakan hukumnya belum jelas

Terkait OTT Puskemas Pule Trenggalek, Bupati Emil: Bukan Terkait Pungli
surya/david yohanes
Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, memeriksa barang bukti OTT Puskesmas Pule. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan polisi terhadap Puskesmas Pule, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak masih menunggu proses di kepolisian. Menurut Emil, kejadian tersebut bukan semata-mata dalam konteks pungutan liar (pungli), namun ada kesepakatan antarpihak yang tidak diikuti.

"Sudah ada kesepakatan antara mereka, ada pungutan sukarela. Tapi penggunaannya tidak sesuai kesepakatan awal," terang Emil.

Namun keberadaan pungutan ini tidak pernah dilaporkan ke bupati. Meski pungutan sukarela, namun Emil tidak serta merta membenarkannya. Alasannya, batasan antara pungli dan bukan pungli dalam konteks pungutan itu sangat tipis.

"Kalau tinjauan hukumnya bukan ranah saya. Tidak dianjurkan, karena garisnya tipis sekali," ujar Emil.

Emil menuturkan penanganan perkara ini masih menunggu konstruksi hukum lebih dulu, bukan semata-mata mengejar penetapan tersangka.

Emil juga mengimbau ke unit-unit lain agar tidak melakukan pungutan serupa, karena pijakan hukumnya belum jelas.

Secara prinsip, uang yang disita polisi bukanlah uang pemerintah. Melainkan uang gaji dari karyawan dan staf Puskemas Pule.

"Istilahnya, apa yang anda lakukan dengan gaji anda adalah hak anda," tuturnya.

Dalam laporannya, pelapor juga bukan melaporkan pungli, melainkan pengelolaan yang tidak sesuai kesepakatan.

Sejauh ini tidak ada tersangka yang ditetapkan, dan kemungkinan akan mengarah ke proses pembinaan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved