Liputan Khusus

Sosiolog Unair : Ziarah Politik Caleg, Cari Legitimasi Politik dan Kultural

Ibaratnya, mereka tengah melempar jaring : dibikin selebar mungkin agar ikan yang ditangkap juga semakin banyak.

Sosiolog Unair : Ziarah Politik Caleg, Cari Legitimasi Politik dan Kultural
surya/istimewa
Bagong Suyanto, Sosiolog Universitas Airlangga 

Yang menjadi masalah adalah apabila mereka melakukan kampanye, misalnya, dengan ujaran kebencian.

Selain ziarah politik, ada juga fenomena dukun politik.

Seorang caleg datang ke paranormal untuk meminta bantuan secara spiritual agar bisa memenangkan kontestasi.

Bagi saya, ini merupakan wujud dari politik yang penuh ketidakpastian.

Seorang caleg akan mencari penjelasan-penjelasan yang bisa mendukung diri mereka.

Jika penjelasan rasional tak bisa didapat, penjelasan irasional dipilih jadi solusi. Tentu keduanya berbeda.

Penjelasan rasional dibentuk berdasarkan metode ilmiah: ada survei, elektabilitas, dan sebagainya.

Tolok ukur itu dijadikan seorang caleg untuk mengetahui peluang keterpilihannya.

Sementara penjelasan irasional didapat dengan cara yang tidak ilmiah. Tolok ukurnya berdasarkan wangsit yang didapat, misalkan.

Sebagian besar pemilih saat pileg masih parokial. Mereka memilih tidak sekadar berdasarkan alasan yang rasional.

Ini berbeda dengan pemilihan di negara-negara yang mayoritas pemilihnya sudah instrumental.

Kondisi pemilih yang demikian juga dipengaruhi oleh sebagian besar perilaku para anggota legislatif selama ini. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved