Pilpres 2019

Prabowo Pimpin Apel Ribuan Santri Bersarung di Halaman Parkir Ponpes Tebuireng

Capres nomor urut 02, Prabowo memimpin apel hari santri nasional di Ponpes Tebuireng, Jombang.

Prabowo Pimpin Apel Ribuan Santri Bersarung di Halaman Parkir Ponpes Tebuireng
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Calon Presiden Prabowo Subianto saat memimpin jalannya apel hari Santri Nasional di lapangan parkir Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, Senin (22/10/2018). 

SURYA.co.id | JOMBANG - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memimpin apel hari Santri Nasional di lapangan parkir Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, Senin (22/10/2018).

Prabowo memimpin upacara yang diikuti oleh ratusan santri bersarung. Tak hanya peserta, petugas apelnya pun juga mengenakan sarung. Pun, termasuk dengan pemimpin apel yang memimpin setiap aba-aba peserta apel.

Acara ini sekaligus menjadi kegiatan awal Napak Tilas Resolusi Jihad yang juga dilakukan dalam peringatan Hari Santri di hari yang sama. Acara yang digelar untuk memperingati perjuangan ulama dalam merebut kemerdekaan RI.

Acara yang juga diikuti oleh beberapa purnawirawan ini, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Meski terik matahari mulai menyulut ubun-ubun, para santri antusias dan khidmat menghadiri acara itu.

Baca: Prabowo Kunjungi Ponpes Tebuireng dan Mengingatkan Pentingnya Resolusi Jihad

"Saya senang melihat ada santri jaman sekarang. Yang mana, meskipun kondisi panas tetap tidak bergerak," kata Prabowo dalam sambutannya, Senin (22/10/2018).

Tak hanya peserta apel, ia juga mengapresiasi para petugas yang juga menjalankan masing-masing tugasnya juga dengan cermat. "Saya berterima kasih kepada pembaca UUD 45 dan Pancasila. Mereka tidak membaca tetapi mengucapkan. Ini sebuah prestasi, oleh karena itu, kami ingin bertemu dengan mereka," tambahnya.

Berbicara di hadapan peserta apel yang juga dihadiri beberapa ulama, Prabowo menambahkan bahwa ia ingin mengajak masyarakat pada umumnya untuk meneladani semangat ulama di masa lalu. Di antaranya, kala merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah.

Baca: Prabowo-Sandi Kompak Pakai Sarung Hijau di Hari Santri di Tebuireng Jombang, Ini Alasannya

Menurutnya, semangat ulama dan para pahlawan inilah yang harus menjadi teladan bagi generasi muda.

"Berawal dari resolusi jihad ini, ulama menumbuhkan semangat patriotik masyarakat melawan penjajah. Padahal Inggris, pada saat itu adalah pemenang perang dunia kedua," katanya dengan nada berapi-api.

Menurut Prabowo, resolusi jihad menjadi pemantik bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia untuk tetap bersemangat mempertahankan kemerdekaan. "Karena itu resolusi jihad yang dilakukan KH Hasyim Asyari dan pendiri Nahdlatul Ulama lainnya adalah bagian penting dalam sejarah panjang Indonesia," katanya.

Resolusi ini begitu penting, khususnya bagi Jawa Timur sebab pada saat itu penjajah mendarat di Surabaya pasca merdeka.

"Resolusi jihad sangat besar dalam mendorong rakyat Jawa Timur dan seluruh indonesia merebut kemerdekaan," tambahnya.

Baca: Ketua PCNU Jember : Santri Bukan Lagi Warga Kelas Dua

Sementara itu, Ketua Tim Media Badan Pemenangan Pemilu (BPP) Jatim Prabowo-Sandi, Hadi Dediansyah mengatakan bahwa apel hari Santri itu adalah sebuah penanda untuk mengingat sejarah. Khususnya, para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

"Hal ini merupakan momentum kemajuan untuk bangsa dan negara ini. Yang mana, di kala ada bangsa yang ingin merebut kemerdekaan kita, kita masih sanggup untuk mempertahankan," kata Hadi.

Dia mengatakan, NU berkontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI. "Kalangan nahdliyin yang mewakili dan diberikan apresiasi sejarah ini bagaian dari NU mempertahankan kemerdekaan dengan luar biasa," tambah pria yang juga Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim ini. 

Baca: Sumur Warga di Mojokerto Diduga Tercemar Minyak. Dari SPBU Sebelah?

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved