Berita Kediri

Hari Santri, Warga NU di Kediri Himpun Donasi untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Bersamaan dengan peringatan hari Santri di Kediri, warga NU menyerahkan donasi untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng. Ini nilainya

Hari Santri, Warga NU di Kediri Himpun Donasi untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Pengurus MWC NU menyerahkan donasi warga NU untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala pada Upacara Hari Santri di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Senin (22/10/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Bersamaan dengan peringatan Hari Santri di Stadion Canda Bhirawa, pengurus Musyawarah Wakil Cabang (MWC) NU di Kabupaten Kediri menyerahkan donasi untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Senin (22/10/2018).

Total donasi yang telah berhasil dihimpun untuk korban gempa dan tsunami mencapai Rp 228 juta. Secara simbolis bantuan diterima oleh Ketua Tanfidiyah PC NU Kabupaten Kediri KH Muhammad Makmun.

Bantuan ini digalang melalui Lazis NU dan lembaga lain untuk menghimpun dana. "Untuk bantuan korban gempa Lombok kami mendapatkan Rp 428 juta. Selanjutnya kami juga menghimpun bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu sudah mendapatkan Rp 228 juta," jelas salah satu pengasuh Ponpes Al Falah Ploso.

Diperkirakan jumlah bantuan bakal terus bertambah karena masih banyak pengurus MWC NU lainnya yang bakal menyerahkan donasinya.

Sementara peringatan Hari Santri di Stadion Canda Bhirawa berlangsung sangat meriah. Tidak kurang dari 20.000 santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti upacara bendera. Sebagian besar peserta upacara mengenakan sarung dan peci hitam khas pakaian para santri.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara KH Muhammad Makmun. Begitu banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini membuat jalan di sekitar Stadion Canda Bhirawa, Pare menjadi tersendat.

"Kami mohon maaf karena banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini. Sehingga panitia juga kelabakan menyiapkan tempat untuk parkir kendaraan peserta," jelasnya.

KH Mohammad Makmun mengungkapkan, peran santri saat ini bagaimana membangun dan mendorong ekonomi bangsa menjadi lebih baik. "Santri harus benar-benar bisa ngaji dan berbakti kepada negeri. Semoga Indoneisia damai bersama para santri," ungkapnya.

Peringatan Hari Santri juga dimeriahkan atraksi kekebalan dari kalangan pendekar Pagar Nusa. Penampilan pendekar itu mengundang decak kagum ribuan peserta upacara.

Baca: Sumur Warga di Mojokerto Diduga Tercemar Minyak. Dari SPBU Sebelah?

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved