Jumat, 1 Mei 2026

Hari Santri 2018

Jalan Sehat Sarungan Sambut Hari Santri Nasional 2018 di Kabupaten Malang, begini Semaraknya

Peringatan Hari Santri Nasional yang ke-3 di Kabupaten Malang ditandai gerak jalan bertajuk "Gerak Jalan Santri Sarungan", Minggu (21/10/2018).

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Parmin
SURYA.co.id/erwin wicaksono
SEMARAK - Kemeriahan Peringatan Hari Santri 2018  di Stadion Gunung Kembar Turen, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Minggu (21/10/2018). 

SURYA.co.id |MALANG - Peringatan Hari Santri Nasional yang ke-3 di Kabupaten Malang ditandai gerak jalan bertajuk "Gerak Jalan Santri Sarungan", Minggu (21/10/2018).

Meriahnya, ribuan Santri tak ketinggalan turut serta dalam hari besar para Santri di seluruh Indonesia tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan di Stadion Gunung Kembar Turen, Kecamatan Turen Kabupaten Malang ini berjalan semarak.

Gerak jalan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Malang, diantaranya Plt Bupati Malang HM Sanusi, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (inf) Ferry Muzawwad, Ketua PCNU Kabupaten Malang Umar Usman, Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko, Ketua GP Anshor Kabupaten Malang serta tokoh masyarakat Malang Geng Wahyudi, serta Krisdayanti dan Lathifah Shohib. Para undangan juga mengenakan sarung dalam acara ini.

Ketua GP Ansor Kabupaten Malang yang sekaligus koordinator pelaksana kegiatan Husnul Hakim Syadat menyampaikan, Tajuk Gerak Jalan Santri Sarungan diambil adalah tidak lain untuk menunjukan indentitas seorang santri yang memang identik menggunakan sarung.

"Di Hari Santri yang ke 3 ini, juga kami gunakan sebagai moment untuk meningkatkan kesadaran bagi para santri, khususnya di Kabupaten Malang agar lebih bisa bijak dan cakap dalam menerima informasi. Karena santri punya kebiasaan Tabayyun (klarifikasi) dalam memperoleh informasi," ujar Husnul

Selain itu, di momentum ini ia juga berharap agar lulusan pondok pesantren dapat lebih diakui dan disamakan statusnya dengan lulusan dari lembaga pendidikan lain di Indonesia.

"Di negara ini sudah terbukti, bahwa produk dari pesantren itu telah mempunyai kontribusi yang nyata. Selain dapat memberi solusi di tengah-tengah masyarakat, kami berharap santri-santri.di Kabupaten Malang dapat lebih melek teknologi," tambahnya.

Ketua panitia pelaksana hari Santri, Saiful Arif, mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Santri ini diikuti 30 ribu lebih santri dan masyarakat umum.

"Peserta jalan sehat ini dengan menempuh jarak sejauh 4 kilo meter dengan memakai tradisi dan busana ala santri. Dimana pesertanya berasal dari santri di seluruh Kabupaten Malang," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman menyampaikan, peringatan hari Santri ini merupakan yang ke-4 setelah ditetapkan menjadi hari besar nasional. "Dengan peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan santri,"  jelasnya.

Sebab, lanjut Umar, dengan ditetapkan sebagai hari nasional pada 2015 lalu, melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, diharapkan dapat digunakan untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama dan santri saat ikut dalam perjuangan demi merebut keutuhan NKRI.

"Jika mengaca pada sejarah, para ulama dan santri ikut serta dalam perjuangan dengan menggunakan bambu runcing, yang kini kita kenang menjadi hari pahlawan. Jangan sia-siakan pahalwan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved