Pilpres 2019

Bertemu Petani Pacet Mojokerto, Sandiaga Uno Dicurhati Harga Bawang Merah Jatuh

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, bertemu dengan petani bawang merah di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bertemu Petani Pacet Mojokerto, Sandiaga Uno Dicurhati Harga Bawang Merah Jatuh
SURYA.co.id/bobby constantine koloway
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, bertemu petani bawang merah dan melakukan panen raya di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (21/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, bertemu dengan petani bawang merah di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (21/10/2018).

Tiba di lokasi, Cawapres yang berpasangan dengan calon Presiden Prabowo Subianto ini langsung meninjau lokasi persawahan milik masyarakat setempat.

Tiba di lokasi ini menjelang malam tiba, Sandiaga langsung blusukan ke lahan persawahan. Di situ, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut melakukan panen raya bersama para petani dengan mencabut secara langsung produk bawang merah.

Di sela acara ini, Sandiaga mendapat curhatan dari beberapa petani. Di antaranya soal masih rendahnya harga bawang merah, komoditi utama yang dihasilkan di daerah ini.

"Kami mendapatkan masukan dari Pak Eko dan Pak Yazid, petani yang ada di sini. Di antaranya, saat ini harga jatuh sekali," kata Sandi di lokasi, Minggu (21/10/2018).

Mengutip penjelasan warga, saat ini harga bawang merah hanya ada di kisaran Rp 3 ribu per kilogram. Murahnya harga hasil produksi, berbanding terbalik dengan tingginya biaya produksinya.

"Biaya produksinya di atas itu, sehingga petani saat ini mengeluh," katanya.

Selain dari harga yang terus tergerus, Sandi juga mengungkap soal keluhan petani terkait bibit dan pupuk yang relatif mahal.

"Sehingga mereka memerlukan pendampingan disaat yang serba sulit ini," kata Sandiaga

Sandiaga pun menegaskan bahwa pihaknya bersama Prabowo telah memiliki program-program yang memastikan bahwa harga bawang tidak akan jatuh seperti sekarang. Di antaranya, melalui penetapan batas atas dan batas bawah harga komoditi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved