Berita Probolinggo

Tak Sesuai Perbup, Satpol PP Kabupaten Probolinggo Tertibkan Ratusan Reklame

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo mengungkapkan penertiban ratusan reklame ini dilakukan untuk menjalankan amanah Perbup

Tak Sesuai Perbup, Satpol PP Kabupaten Probolinggo Tertibkan Ratusan Reklame
surya/galih lintartika
Puluhan personil Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo melakukan penertiban ratusan reklame tak berijian dan kadaluarsa yang berada di sepanjang jalan Panglima Sudirman Kota Kraksaan, Jumat (19/10/2018). 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Puluhan personil Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo melakukan penertiban ratusan reklame tak berizin dan kadaluarsa yang berada di sepanjang jalan Panglima Sudirman Kota Kraksaan, Jumat (19/10/2018).

Penertiban ini dilakukan terhadap reklame yang melanggar ketentuan dan larangan yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo Nomor 02/2017 tentang Penyelenggaraan Reklame. Kegiatan ini dipimpin oleh Korlap TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo.

“Penertiban reklame ini dilakukan karena sudah banyak sekali reklame, banner dan baliho yang sudah kadaluarsa masih terpasang. Bahkan ada reklame yang terpasang tetapi tidak berijin. Oleh karenanya kami menertibkan semua reklame tersebut dan membawanya ke Mako Satpol PP Kabupaten Probolinggo,” kata Korlap TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, mengungkapkan penertiban ratusan reklame tak berijin dan kadaluarsa ini dilakukan untuk menjalankan amanah Perbup.

“Secara estetika reklame kadaluarsa tidak bagus dan akan berbahaya bagi pengguna jalan. Karena biasanya reklame yang sudah lama pemasangannya ini akan mudah roboh dan robek,” ungkapnya.

Menurut Joko, panggilan akrab Dwijoko Nurjayadi, ukuran dan bahan reklame yang tidak sesuai dengan ijin yang dimiliki, merusak kelestarian lingkungan tempat pemasangan reklame dan memasang reklame dengan cara melintang diatas jalan untuk jenis reklame spanduk.

Larangan lainnya, memasang reklame yang tidak memenuhi standar reklame, memasang reklame secara menempel pada pagar taman dan/atau fasilitas umum, memasang reklame dalam bentuk apapun pada pohon, memasang reklame yang mengganggu fungsi rambu dan perlengkapan jalan, memasang/menempelkan reklame yang menutupi reklame lainnya, dan lainnya

Tidak hanya itu jelas Joko, dalam Perbup tersebut juga disebutkan bahwa dilarang memasang reklame dan/atau alat peraga baru di kawasan sepanjang ruas jalan Semampir sampai dengan ruas jalan Kebonagung Kecamatan Kraksaan.

“Sehingga sudah jelas bahwa tidak boleh ada reklame jenis apapun di sepanjang jalan Panglima Sudirman Kota Kraksaan mulai batas barat Kelurahan Semampir sampai batas timur Desa Kebonagung, kecuali Bando. Artinya sepanjang jalan di Kota Kraksaan harus bebas reklame,” tegasnya.

Lebih lanjut Joko menghimbau kepada masyarakat atau badan instansi yang lain yang ingin memasang reklame untuk terlebih dahulu memenuhi ketentuan yang sudah diatur dalam Perbup.

“Apabila reklamenya sudah kadaluwarsa, hendaknya penyelenggara reklame memiliki kesadaran untuk segera menurunkan sendiri agar tidak merusak pemandangan, terutama di Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved