Bisnis

Ini Alasan GO-JEK Kembangkan Layanan Ride-Hailing untuk Masyarakat Surabaya

Penyedia layanan on-demand, GO-JEK terus berupaya mengembangkan layanan, yakni ride-hailing.

Ini Alasan GO-JEK Kembangkan Layanan Ride-Hailing untuk Masyarakat Surabaya
SURYA.co.id/Arie Noer Rachmawati
Dimas Danang The Comment (kiri), VP Marketing Transport GO-JEK Monita Moerdani (kedua dari kiri), VP Corporate Affairs GO-JEK Michael Say (kedua dari kanan), Psikolog Klinis Universitas Indonesia Dessy Ilsanty (paling kanan) saat peluncuran layanan ride-hailing lewat kampanye #UdahWaktunya, Jumat (19/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyedia layanan on-demand, GO-JEK terus berupaya mengembangkan layanan.

Satu di antaranya melalui layanan ride-hailing GO-JEK yang dikemas dalam kampanye #UdahWaktunya.

Layanan ini diluncurkan di berbagai daerah yang menjadi jangkauan GO-JEK diantaranya Surabaya.

Baca: GO-JEK Luncurkan Layanan Ride-Hailing #UdahWaktunya. Ini Manfaat bagi Penggunanya

VP Corporate Affairs GO-JEK Michael Say mengungkapkan, sekitar 80 persen layanan GO-JEK yang digunakan oleh masyarakat Surabaya adalah GO-RIDE dan GO-CAR.

"Akan tetapi mayoritas porsi paling besar di layanan GO-RIDE. Nah, layanan ride-hailing ini ditujukan supaya konsumen lebih produktif lagi, mengingat Surabaya merupakan kota yang punya skala besar," katanya saat konferensi pers di House of Sampoerna, Jumat (19/10/2018).

Michael Say melanjutkan, pihaknya dalam setiap pengembangan produk dan layanan berusaha memecahkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk tantangan terkait produktivitas.

"Semua layanan GO-JEK bertujuan supaya hidup konsumen kami semakin mudah. Mau bepergian tinggal pilih, tanpa repot GO-RIDE atau GO-CAR, ingin pesan makan ada GO-FOOD, mau pijat ada GO-MASSAGE," lanjut Michael Say.

Ia menambahkan, masyarakat Surabaya tidak perlu takut pesan GO-CAR dan GO-RIDE karena pihaknya memberikan pelatihan safety driving untuk para mitra.

"Harapannya para mitra driver ini dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen saat sedang berkendara di jalan," tambah Michael Say.

Sementara itu, kata Michael Say, sampai saat ini secara nasional pengguna layanan GO-JEK khususnya GO-CAR dan GO-RIDE sudah melebihi dari 1 juta pengguna.

Hal ini berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB Ul) tahun 2017.

Selain itu, dari riset LD FEB UI juga mengungkapkan GOJEK telah berkontribusi Rp 9,9 triliun per tahun untuk ekonomi nasional dari penghasilan mitra pengemudi dan mitra UMKM.

Sumbangan ini dihitung berdasarkan selisih penghasilan mitra setelah dan sebelum bergabung dengan ekosistem GO-JEK. (Arie Noer Rachmawati)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved