Denmark Open 2018

Hasil Denmark Open 2018 - Indonesia Loloskan Tiga Pasangan Ganda Campuran ke Babak Kedua

Indonesia memiliki tiga wakil di sektor ganda campuran di babak kedua Denmark Open 2018.

Hasil Denmark Open 2018 - Indonesia Loloskan Tiga Pasangan Ganda Campuran ke Babak Kedua
Badminton Indonesia
Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lolos ke babak kedua Denmark Open 2018 

SURYA.co.id |Indonesia memiliki tiga wakil di sektor ganda campuran di babak kedua Denmark Open 2018. In sering tiga pasangan Indonesia mengalahkan lawan-lawannya di laga pembuka, Rabu (17/10/2018).

Tga pasangan Merah Putih yang menembus babak kedua, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir,  Karanda Suwardi/Debby Susanto dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melewati babak pertama dengan kemenangan dua gim atas  pasangan Inggris, Ben Lane/Jessica Pugh dengan skor 21-11, 21-16.

 Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto menghentikan perlawanan pasangan China, Zhang Nan/Li Yinhui dengan skor 21-15, 21-15.

Sedangkan pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menembus ke babak kedua, setelah mengalahkan Prancis, Ronan Labar/Audrey Fontaine dengan skor 21-11, 21-11.

Sayangnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terhenti, setelah takluk dari unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, dengan skor 14-21, 7-21.

Pasangan Tontowi/Liliyana mengaku belum puas atas penampilan di laga perdana Denmark Open 2018.

"Ini memang sering terjadi pada kami, lambat start nya. Saat lawan memimpin 6-1, kami sadar bahwa ini sudah terlalu jauh. Seharusnya tidak boleh begitu, harus langsung in ke permainan, tapi namanya pertandingan pertama, pasti ada penyesuaian," kata Liliyana di kutip Surya.co dari laman PBSI.

Meskipun tak dipatok target di kejuaraan ini, namun sebagai pasangan rangking tiga dunia, Tontowi/Liliyana tentunya memiliki target pribadi untuk menjadi juara di turnamen berhadiah 775 ribu Dollar AS ini. Apalagi mereka belum pernah naik podium juara di Denmark.

"Sekarang bebannya bukan di kami lagi, kami akan bermain nothing to lose dan mencoba menikmati permainan kami. Rasa penasaran pasti ada, apalagi kami belum pernah juara di sini. Kami tetap ingin jadi juara, tapi kami sadar ini tidak akan mudah karena persaingan pemain-pemain muda begitu sengit," aku Liliyana.

"Saat ini buat kami semua lawan itu berat, bukan berarti dulu kami menganggap enteng lawan. Dulu kami bisa membaca lawan dan mau main seperti apa. Kalau sekarang kami akui dari kecepatan dan stamina memang menurun," pungkas Liliyana.

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved