Berita Gresik

Aktivis Lingkungan Asal Denmark Ikut Bersih-bersih Sampah Plastik di Gresik

Kegiatan bersih-bersih sampah plastik di Gresik menarik aktivis lingkungan asal Denmark, Linea Antonia.

Aktivis Lingkungan Asal Denmark Ikut Bersih-bersih Sampah Plastik di Gresik
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Aktivis lingkungan asal Denmark ikut memilah sampah hasil pengumpulan para siswa SMANDry yang melakukan KIR, Kamis (18/10/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Seorang aktivis lingkungan dari Denmark, Linea Antonia terlibat dalam program ‘Brantas Breakfree From Plastic (BBFP)’ yang digagas ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR) SMA Negeri Driyorejo (SMANDry) Gresik.  

Dalam kunjungannya di SMAANDry, Linea bersama para siswa mengumpulkan sampah plastik yang ada di sekitar sekolah.

Sampah-sampah itu kemudian dipilah sesuai jenisnya. 

"Ternyata sampah yang banyak ditemukan yaitu jenis sedotan tidak bermerk, dan botol minum kemasan,” kata Chusnul Diva Pramyta Ade Wardana, didampingi timnya Thara Bening Sandrina dan Safna Hadi Winata, semuanya siswi kelas XI SMANDry, Kamis (18/10/2018).

Dari hasil pengumpulan sampah tersebut, akan dicari cara pemanfaatkan limbah sampah plastik yang sering ditemukan dilingkungan sekolah. Prinsipnya, akan diterapkan 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. 

“Maka yang pertama reduce. Kita akan mulai dari mengurangi jumlah sampah. Artinya mengurangi konsumsi barang yang hasilkan sampah,” imbuhnya.

Bahkan rencana jangka panjangnya, para siswa akan membentuk 1.000 agen pelajar untuk ikut perang terhadap sampah plastik di lingkungan sekolah.

“Kita akan bikin gerakan berantas bebas plastik yang dimulai dari sekolah. Menjadikan 1.000 pelajar jadi agen perang tehadap plastik,” kata Mifta Kharisma Dewi dengan didampingi Firda Choirini Febrianti yang juga tim KIR SMANDry.

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi, mengatakan bahwa kedatangan Linea Antonia ini untuk menambah wawasan terhadap siswa SMANDry yang sedang membuat KIR ‘Brantas Breakfree From Plastic’.

“Dia (Linea) menyatakan prihatin dengan kondisi sungai di Indonesia yang dipenuhi sampah plastik. Sehingga adanya KIR SMANDry ingin menjadi bagian dari solusi global pengurangan sampah plastik melalui program sungai bebas plastik,” kata Prigi.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved