Pilpres 2019

Abdul Kadir Karding Minta Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani Ikuti Proses Pelaporan

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mendorong Luhut dan Sri Mulyani mengikuti proses pelaporan yang ada.

Abdul Kadir Karding Minta Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani Ikuti Proses Pelaporan
foto: Humas Pemprov Jatim
KUNJUNGAN -Gubernur Jatim, saat mendampingi kunjungan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, di PT Indal Steel Pipe, Gresik, Senin (20/3/2017). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Aksi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengarahkan Direktur IMF Christine Lagarde mengacungkan satu jari menuai polemik.

Aksi tersebut terjadi saat sesi foto penutupan acara tahunan IMF di Bali, Minggu (14/10/2018).

Bahkan, seorang warga bernama Dahlan Pido, Kamis (18/10/2018) telah melaporkan Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkeu Sri Mulyani ke Bawaslu RI.

Rencananya, kubu pasangan Prabowo-Sandi juga akan melaporkan dua menteri kabinet Presiden Jokowi itu ke Bawaslu.

Menanggapi itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, tim kampanye mendorong Luhut dan Sri Mulyani mengikuti proses pelaporan yang ada.

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani mengikuti proses pelaporan di Bawaslu.

"Tentu kalau sudah ada laporan, saya kira kita dorong beliau-beliau untuk mengikuti proses yang ada," ujar Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Belajar dari pelaporan tersebut, ucap Karding, TKN Jokowi-Ma'ruf meminta Komisi Pemilihan Umum gencar melakukan sosialisasi aturan. Terutama kepada para pejabat negara.

"Ke depan perlu ada sosialisasi yang lebih masif terutama kepada para teman-teman pejabat atau yang memegang jabatan tertentu," kata Karding.

Menurut Karding, aturan-aturan kampanye belum tersosialisasi dengan baik. Ia menyontohkan, dalam aturan untuk berkampanye dengan menggunakan baliho, KPU mengatur secara terperinci yang belum tentu diketahui oleh peserta Pemilu.

"Itu semua tentu sangat-sangat njelimet bagi kami politisi," ucapnya.

Sebelumnya, Luhut dan Sri Mulyani diduga melakukan kampanye dalam forum internasional. Pada Minggu (14/10/2018) malam lalu di Bali, Luhut mengacungkan salam satu jari di depan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan Direktur IMF Christine Lagarde.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved