Rumah Politik Jatim

Sandiaga Uno Disarankan Mainkan Isu Ekonomi dan Daya Saing Dibanding Politik Dapur

Politik dapur yang kerap dilontarkan cawapres Sandiaga Uno dinilai menggiring ke arah politik pesimistis.

Sandiaga Uno Disarankan Mainkan Isu Ekonomi dan Daya Saing Dibanding Politik Dapur
surya/bobby kolloway
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyantap sarapan di di Dapur Mriah di kawasan GOR Sidoarjo, Sabtu (6/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Politik dapur yang kerap dilontarkan cawapres Sandiaga Uno dinilai menggiring ke arah politik pesimistis.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, Rabu (17/10/2018).

Surokim Abdussalam melihat, masih banyak narasi yang seharusnya bisa kembangkan, yang mana petahana (Jokowi-KH Ma'ruf Amin) masih lemah dalam bidang tersebut.

Baca: Hari Ini Capres Prabowo Subianto Ulang Tahun. Inilah Peristiwa Bertepatan dengan 17 Oktober

Baca: Sandiaga Uno Dinilai Sering Bawa Narasi Pesimistis, Pengamat : Harusnya Berikan Narasi Menggairahkan

Narasi tersebut adalah tentang isu ekonomi dan daya saing bangsa.

"Saya kira dua hal ini yang masih mungkin dieksplorasi penantang karena faktor-faktor di luar Itu," ujar Surokim Abdussalam kepada TribunJatim.com (grup SURYA.co.id).

Surokim Abdussalam menambahkan, selain dua isu tersebut, Jokowi yang saat ini menjadi petahana sudah cukup kuat, sedangkan isu ekonomi dan daya saing bangsa dapat terus dikembangkan dan terus dibumbui optimisme di dalamnya.

Baca: KPU Jawa Timur Sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih di Alun-alun Kota Malang

"Coba itu dimanfaatkan oleh penantang (Prabowo-Sandi) supaya bagaimana menghadapi situasi seperti itu, tapi bisa memberi optimisme bahwa bangsa ini bisa jauh lebih baik, berkembang lebih baik, punya daya saing yang tangguh, jadi menurut saya hal itu yang penting," imbuhnya.

Dosen komunikasi politik itu menambahkan, dengan adanya narasi yang lebih persuasif dan optimistik akan memberikan keuntungan tersendiri bagi penantang.

"Bahwa pasangan penantang memang seyogyanya mempertimbangkan membuat narasi yang persuasif dan optimistik, khususnya menyangkut dua hal tadi, Yaitu bidang ekonomi dan daya saing bangsa," pungkas peneliti dari Surabaya Survey Center itu. (Aqwamit Torik)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved