Berita Blitar

Kementerian Pertanian dan Charoen Pokphand Beri Jagung untuk Peternak Ayam Petelur di Blitar

Kementerian Pertanian menggandeng PT Charoen Pokphand Indonesia dalam menjalankan program jagung untuk peternak ayam petelur

Kementerian Pertanian dan Charoen Pokphand Beri Jagung untuk Peternak Ayam Petelur di Blitar
surya/samsul hadi
Kementerian Pertanian dan PT Charoen Pokphand Indonesia saat menyerahkan jagung ke peternak Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (17/10/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian membuat terobosan program jagung untuk peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar. Program ini untuk menjaga kestabilan harga jagung di wilayah Kabupaten Blitar.

Kementerian menggelontorkan 50 ton jagung untuk peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar. Jagung untuk peternak itu dijual dengan harga lebih murah dari pasaran, yakni, Rp 4.600 per kilogram.

Jagung itu didistribusikan ke peternak di beberapa desa di Kabupaten Blitar. Di antaranya, peternak ayam petelur di Desa Suruhwadang, Desa Plumpung, Desa Sumberejo, Desa Bendosari, dan Desa Selopuro.

Penyerahan program jagung untuk peternak ayam petelur secara simbolis dilakukan di Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Rabu (17/10/2018).

Penyerahan jagung ke peternak dihadiri Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ir Sugiono.

Dalam sambutannya, Ir Sugiono mengatakan Kementerian Pertanian menggandeng PT Charoen Pokphand Indonesia dalam menjalankan program jagung untuk peternak ayam petelur.

PT Charoen Pokhpand Indonesia, selaku perusahaan yang menyediakan jagung untuk peternak.

Dia berharap program jagung untuk peternak ayam petelur ini dapat menyetabilkan harga jagung di wilayah Kabupaten Blitar.

Selain itu, program tersebut juga untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan jagung untuk pakan ternak di Kabupaten Blitar.

"Kami berharap para peternak dapat memanfaatkan program itu dengan baik," kata Ir Sugiono.

Sekadar diketahui, belakangan ini, para peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar kebingungan mencari jagung untuk pakan ternak.

Stok jagung di Kabupaten Blitar tidak mencukupi untuk kebutuhan pakan ternak. Peternak harus mencari jagung dari luar daerah yang harganya bisa mencapai Rp 5.200 per kilogram sampai Rp 5.300 per kilogram.

Kabupaten Blitar merupakan salah satu penghasil telur ayam terbesar di Jatim.

Jumlah ayam petelur di Kabupaten Blitar mencapai 15 juta ekor dengan produksi mencapai 151.931 ton.

Kabupaten Blitar mampu menyuplai 70 persen kebutuhan telur di Jatim dan 30 persen permintaan nasional

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved