Peluru Nyasar

Kasus Peluru Nyasar, Polisi Minta Masyarakat Tenang hingga Kecaman Anak Mantan Presiden

Penghuni gedung DPR RI kembali heboh terkait penemuan peluru lagi. Kali ini di ruang kerja politisi Demokrat, Vivi Jayabaya.

Kasus Peluru Nyasar, Polisi Minta Masyarakat Tenang hingga Kecaman Anak Mantan Presiden
Kompas.com/Sherly Puspita
Polisi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus peluru nyasar di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Senin (15/10/2018). 

SURYA.co.id | JAKARTA ‑ Penghuni gedung DPR RI kembali heboh terkait penemuan peluru lagi. Kali ini di ruang kerja politisi Demokrat, Vivi Jayabaya.

Ruang kerja Vivi Jayabaya yang juga Anggota DPR Fraksi Demokrat ini berada di ruang 1008, Lantai 10, Gedung Nusantara I.

Selain di ruang kerja Vivi Jayabaya, peluru juga ditemukan di ruang kerja anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Totok Daryanto di Ruang 2003, lantai 20.

Baca: Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR, Kemenhub Akan Beri Sanksi kepada Dua Pegawainya

Baca: Fitra Djaja Purnama, Sosok Aktivis Berprinsip dan Pelopor Entrepreneurship di Dunia Pergerakan

Berturut‑turutnya ditemukan peluru di gedung dewan membuat polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir.

"Masyarakat untuk tetap tenang, kasus tersebut sedang dalam penanganan oleh pihak Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Dua hari sebelumnya ruangan kerja Anggota Komisi III Fraksi Gerindra DPR Wenny Warouw dan Anggota DPR Fraksi Golkar Bambang Heri juga diterjang peluru.

Baca: Adian Napitupulu Ibaratkan Jokowi Demokratis, Prabowo Feodal. Ini Kata Jubir Prabowo-Sandi

Baca: Pengamat Politik Yunarto Wijaya Ingatkan Jokowi-KH Maruf soal Agresivitas Sandiaga Uno

Polisi juga sudah menetapkan dua orang tersangka terkait peristiwa tersebut, yakni dua orang PNS Kemenhub.

Dedi mengatakan, temuan peluru kemarin diduga merupakan sisa dari insiden yang terjadi pada Senin (15/10) lalu.

Saat ini, jelas Dedi, Polri masih membawa dua butir peluru yang baru ditemukan untuk diuji balistik di laboratorium forensik.

"Masih dilaksanakan uji balistik untuk meyakinkan apakah proyektil yang ditemukan TKP hari ini dari senjata yang sama dengan proyektil yang ditemukan hari Senin (15/10) kemarin," kata Dedi.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved