Berita Probolinggo

Berdayakan Kaum Perempuan di Bidang Ekonomi Kreatif, Pemkab Probolinggo Gelar Sarasehan dan Pameran

Sarasehan dan pameran produk ekonomi kreatif Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M)

Berdayakan Kaum Perempuan di Bidang Ekonomi Kreatif, Pemkab Probolinggo Gelar Sarasehan dan Pameran
surya/galih lintartika
Sarasehan dan pameran produk ekonomi kreatif Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (17/10/2018). 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggelar sarasehan dan pameran produk ekonomi kreatif Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (17/10/2018).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Kasi Pendidikan Keberlanjutan Direktorat Jenderal Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI Subi Sudarto, dan undangan lainnya.

Kegiatan ini diawali dengan peninjauan stand oleh Bupati Tantri didampingi beberapa OPD terkait dan Camat.

Peninjauan ini diawali di stand SKB Kraksaan, PKBM Mandiri Leces, PKBM Prima Bhakti Dringu, PKBM Nurul Barokah Gading, Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKH-P) Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, Himpaudi dan IGTKI, HIPKI dan F-PKBM Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka putus sekolah, meningkatnya pendapatan keluarga, terbukanya komunikasi masyarakat, munculnya kelompok-kelompok usaha mikro (home industri) yang dapat mendukung ekonomi kreatif, terbentuknya pra-koperasi sebagai upaya penanganan hasil-hasil produksi kelompok usaha mikro dan adanya peningkatan pengetahuan ketrampilan bagi perempuan di Kabupaten Probolinggo.

“Mudah-mudahan dengan adanya program PKH-P, pendidikan vokasi perempuan marginal yang dikemas dalam kegiatan desa vokasi dan GP3M diharapkan bisa menjadikan perempuan-perempuan mandiri dan agar usaha mikro terus dikembangkan baik dari sisi produk maupun pasar,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, pada tahun 2008-2012 angka buta aksara jumlahnya sangat tinggi sehingga diberi rapot merah oleh Kemendikbud RI.

Sedihnya lagi mayoritas dari total buta aksara adalah kaum perempaun.

“Saya harus memperjuangkan nasib para kaum perempuan di Kabupaten Probolinggo. Membangun perempuan itu saya berkeyakinan menjadikan perempuan lebih cerdas tidak hanya pintar, mandiri, maju dan terampil. Insya Allah kita bisa membentuk satu generasi yang berkualitas ke depan. Ini dasar saya sehingga program yang saya instruksikan kepada seluruh OPD harus berbasis pemberdayaan perempuan agar lebih maju dan cerdas,” jelasnya.

Bupati Tantri menyambut baik kegiatan GP3M karena ini merupakan ikhtiar selama 5 (lima) tahun.
Sehingga kaum perempuan didorong tidak berpangku tangan terhadap kemajuan perempuan di Kabupaten Probolinggo.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved