Politik

Rizal Ramli Laporkan Bos Nasdem Surya Paloh ke Bareskrim Mabes Polri

Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh dilaporkan mantan menteri Rizal Ramli ke Mabes Polri, Selasa (16/10/2018).

Rizal Ramli Laporkan Bos Nasdem Surya Paloh ke Bareskrim Mabes Polri
SURY.co.id/Bobby Koloway
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (29/9/2018). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh dilaporkan mantan menteri Rizal Ramli ke Mabes Polri, Selasa (16/10/2018).

Saat Rizal Ramli melaporkan dugaan pencemaran nama baik, ia didampingi puluhan advokat. 

Baca: Usai Diepriksa 12 Jam, Nanik S Deyang Kabur dari Kejaran Wartawan hingga Hampir Jatuh

Baca: Prabowo Dikritik Andi Arief, Pengamat Unair : Prabowo-Sandi Gunakan Strategi Dua Lapis

"Kita hari ini ingin mengajukan tuntutan kepada Bang Surya Paloh karena saya sahabat dia sebenarnya," kata Rizal Ramli.

Ia mempermasalahkan tuntutan Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM Partai Nasdem Taufik Basari kepada dirinya yang dirasa salah alamat.

Baca: Benih Cinta Alfianti Fauziah pada Persebaya Tumbuh karena Perjuangan Bonek

Baca: Tuding Jokowi Tak Berani kepada Surya Paloh, Partai NasDem Somasi Rizal Ramli

Sebelumnya, Senin (17/9/2018), Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAM Partai Nasdem Taufik Basari melaporkan Rizal dengan tiga hal yang menjadi poin laporannya.

Tiga hal tersebut adalah Rizal Ramli melontarkan kalimat yang mengesankan Surya Paloh bermain dalam kebijakan impor.

Kedua, Presiden Joko Widodo seolah-olah takut kepada Surya Paloh.

ketiga, Rizal diduga menyebut kata yang dirasa tidak pantas kepada Surya Paloh.

Menurut Rizal Ramli, ia tidak pernah menyebut Partai Nasdem dalam pernyataan soal impor pangan.

Rizal mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tidak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita karena takut kepada Surya Paloh.

Selain itu, ia juga membantah menyebut Surya Paloh dengan kata "brengsek".

Ia menjelaskan bahwa yang dituju olehnya adalah kebijakan impor pangan yang dirasanya salah.

"Yang ada penjelasan tentang impor pangan yang ugal-ugalan, yang merugikan petani dan rakyat kita. Dan ada kata ini adalah brengsek, ini adalah kebijakannya," ujar dia.

Oleh sebab itu, ia akan menuntut balik Surya Paloh.

"Jadi selain salah alamat tuntutan tersebut, dia juga salah isi konteksnya, dan itulah kami mengajukan ke Bareskrim untuk menuntut balik Surya Paloh," ujarnya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved