Lifestyle

Jangan Beli Popok sebelum Tahu Bobot Bayinya, Mengapa?

Agar mendapatkan kenyamanan, cara mengganti popok adalah satu unsur terpenting bagi bayi sehingga terbebas dari ruam.

Jangan Beli Popok sebelum Tahu Bobot Bayinya, Mengapa?
surya.co.id/sudharma adi
Talkshow ‘Aku dan Ayah Happy Day’s Out’ digelar Baby Happy, produk popok bayi produksi Wings Care bersama Dude Harlino, artis peran sekaligus Brand Ambassador Baby Happy.   

Orangtua harus mengganti popok bayinya minimal 6 kali sehari, jangan di bawah itu frekuensinya.

Popok harus langsung diganti segera setelah bayi buang air besar (BAB). Jangan biarkan sampai feses mengering dalam popok yang dapat menyebabkan paparan bakteri pada kulit bayi.

Yang terakhir, pertumbuhan balita terus  meningkat seiring waktu secara cepat.

Jangan membeli popok ukuran yang sama tanpa mengetahui berat badan balita.

“Ilmu dasar seperti ini harus diketahui oleh para ayah. Ayah harus berusaha untuk membuat bayinya senyaman mungkin, sehingga tumbuh kembang anak semakin optimal, dan lebih aware jika ada kelainan yang muncul pada anak. Dengan membuat anak nyaman, proses bonding orang tua dengan anak juga akan terbangun, dan hubungan orang tua dan anak menjadi lebih berkualitas,” tambah Jonathan Tanuwidjaja, Product Manager Baby Happy.

Untuk mendapatkan popok yang berkualitas, tentu harus melihat bagaimana bentuk dan teknologi yang dipakai.

Jonathan menyebut, popok Baby Happy bisa jadi pilihan karena mengandung Super Absorbent Polymer yang dapat menyerap 50 persen lebih banyak.

Dengan teknologi double pressure, Baby Happy tetap tipis meskipun memiliki kapas yang lebih banyak. Ada karet pinggang yang lebih tinggi dan fleksibel sehingga tak mudah melorot karena menggunakan perekat ultra sonic.

“Di Indonesia tren pasar menunjukkan pertumbuhan popok bayi mencapai 18-20 persen per tahun. Gaya hidup sekarang sudah swifting ke yang lebih praktis, 93 persen pangsa pasar popok bayi adalah popok bayi berjenis celana karena lebih praktis dan simple,” pungkasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved