Berita Surabaya

Dindik Jatim Kembalkan Bimbingan Prestasi Siswa ke Sekolah, Begini Penjelasannya

Saiful Rachman mengungkapkan jika nantinya sebagai ganti UPT Bina Prestasi, pembinaan prestasi siswa akan dikembalikan pada pada bidang sekolah.

Dindik Jatim Kembalkan Bimbingan Prestasi Siswa ke Sekolah, Begini Penjelasannya
surya/sulvi sofiana
Kadindik Jatim Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengelolaan prestasi siswa SMA/SMK yang dikelola Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim selama ini dipusatkan pada UPT Bina Prestasi.

Namun, karena banyaknya beban tugas Dindik Jatim saat ini, UPT Bina Prestasi mendapat imbas dari restrukturasi yang dilakukan pemprov.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan jika nantinya sebagai ganti UPT Bina Prestasi, pembinaan prestasi siswa akan dikembalikan pada pada bidang sekolah.

“Mau tidak mau akan kami kembalikan dan tempelkan pada bidang sekolahan,” ujarnya, Minggu (14/10/2018).

Dulu, recananya di sekolah dibentuk seksi kesiswaan. Akan tetapi, supaya lebih terfokus dan terpusat hal tersebut diberikan kepada UPT untuk penanganan prestasi siswa agar tidak sendiri-sendiri.

“Jadi prestasi siswa SMA/SMK ini bisa terfokus. Tidak sendiri-sendiri. tapi karena pusat menghendaki per sekolahan ya nanti akan kami tempelkan di sekolah masing-masing,” kata Saiful.

Berbeda dengan UPT Binas Prestasi, UPT Pengembangan Pendidikan Kejuruan (PPK) yang juga terkena restrukturasi pemprov masih bisa diusahakan untuk dipertahankan oleh Dindik Jatim.

“Kami berusaha optimalkan UPT PPK agar lebih diakomodir oleh Kemendagri. UPT ini adalah asset yang cukup besar,” tegas Saiful.

Sehingga, dalam pengajuan banding ini pihaknya mengacu pada inpres no 9 tahun 2016, bahwa vokasional menjadi satu utama untuk program revitalisasi vokasional.

“Ini sangat dibutuhkan sekali. Dan PPK ini program untuk peningkatan guru produktif SMK. maka kita akan usahakan tetap melekat pada kita,” tandas Saiful.

Sementara itu, Kepala UPT Bina Prestasi Indah Andayanti menyayangkan kebijakan yang diambil Dindik Jatim untuk mengembalikan pada bidang sekolah.

Menurut Indah, dikembalikannya UPT Bina Prestasi pada bidang sekolahan akan membingungkan para pelajar jatim. Tidak hanya itu, hal tersebut juga dianggapnya tidak menjadi optimal dalam meningkatkan prestasi siswa.

“Sebetulnya untuk prestasi anak-anak akan lebih fokus ditangani oleh bidang kami sendiri baik SMA/SMK,” tuturnya.

Namun, jika hal tersebut tetap dilekatkan dalam bidang-bidang sekolah pihaknya merasa hal tersebut akan dikhawatirkan akan menjadi masalah baru dalam penanganan prestasi siswa.
“Apa bisa fokus ya itu dikembalikan ke bidang sekolahan? ini yang saya pikirkan. Wong ini aja yang menangani secara khusus belum terkover keseluruhan. Apalagi nanti di bidang sekolahan yang mengurus SMA sendiri, SMK sendiri. ini nantinya akan membingungkan,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved