Berita Unair

Unair Bentuk Studi Center Human Trafficking, Korbannya Banyak TKI asal Jatim

Anggota tim penelitian Human Tracfficking Unair, Linda Dewanti mengatakan, kasus trafficking sudah menjadi permasalahan global.

Unair Bentuk Studi Center Human Trafficking, Korbannya Banyak TKI asal Jatim
surya.co.id/sulvi sofiana
Anggota tim penelitian Human Tracfficking Unair, Linda Dewanti menjelaskan penelitiannya di Aula Kampus A Unair, Rabu (10/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya perdagangan manusia atau trafficking dan menjadi salah satu permasalahan terbesar di dunia. Bahkan menurut riset tim dosen Universitas Airlangga banyak TKI asal Indonesia yang menjadi korban human Trafficking.

Anggota tim penelitian Human Tracfficking Unair, Linda Dewanti mengatakan, kasus trafficking sudah menjadi permasalahan global. Terutama di Indonesia sendiri, kasus tersebut kerap kali terjadi pada masyarakat Jawa Timur (Jatim).

Hal itu diungkapkan Linda karena berdasarkan data yang diperolehnya bahwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) banyak yang melarikan diri melalui jalur Kepulauan Riau (Kepri).

“TKI ini sangat diperlakukan tidak manusiawi, jadi mereka tidak tahu lagi cara apa yang akan dilakukan selain melarikan diri. Paling banyak itu dari Jatim loh, ini sangat mencengangkan,” jelasnya di Aula Kampus A Unair, Rabu (10/10/2018).

Linda menjelaskan, kasus perdagangan orang yang menimpa TKI ini rata-rata karena tidak adanya lembaga atau perusahaan yang menaungi hak-haknya sebagai tenaga kerja asing.

Tak jarang juga TKI mengalami penyiksaan, budak seks, dibunuh, bahkan ada juga yang diipekerjakan secara tidak manusiawi tanpa adanya gaji.

“Berdasarkan penelitian kami, kasus-kasus tersebut banyak ditemui. Bahkan ada yang dilarang beribadah. Korbannya pun banyak dari Indonesia, dan kami butuh pendalam lebih lanjut untuk mencari solusi-solusinya,” jelasnya.

Ia bersama para peneliti human trafficking Unair akan terus menangani kasus tersebut hingga ada jalan keluar, agar tidak semakin banyaknya korban yang berjatuhan Linda akan membuat pusat studi center dan service center human trafficking di Unair.

“Nanti kami persiapakan lebih lanjut, agar para korban ini tidak semakin bertambah. Maka dari itu penting adanya penelitian ini untuk mencari solusinya,” ungkap Linda.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved