Berita Jember

Selamat Tidak Bisa Selamat dari Kejaran Polisi di Jember

Namanya Selamat (40), namun warga Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah, Jember ini tidak selamat dari kejaran polisi.

Selamat Tidak Bisa Selamat dari Kejaran Polisi di Jember
Surya/Sri Wahyunik
AKBP Kusworo Wibowo merilis pengungkapan pencurian dengan kekerasan 

SURYA.co.id | JEMBER - Namanya Selamat (40), namun warga Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah, Jember ini tidak selamat dari kejaran polisi.

Selamat bersama Dodik Hosnadi (31) warga Kelurahan Slawu Kecamatan Patrang, Jember dibekuk jajaran Satreskrim Polres Jember karena diduga terlibat tindak pencurian dengan pemberatan.

Tidak hanya itu, keduanya juga diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Rabu (10/10/2018) Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo merilis pengungkapan itu. Menurut Kusworo, keduanya terlibat pencurian di 11 tempat kejadian perkara.

"Mengembang ke-11 TKP, dan kami masih mendalami TKP lain," ujar Kusworo.

Ke-11 TKP itu antara lain di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Kaliwates, Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji, juga ada di Kecamatan Sukorambi, di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang, juga di Kecamatan Bangsalsari.

Kusworo menambahkan, kedua orang itu melakukan aksinya dengan mencuri sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan, juga memasuki rumah.

"Ada yang merusak rumah memakai linggis, atau merusak gembok pagar rumah. Pelaku ini tidak segan mengancam dan melukai korban yang mengetahui aksinya," lanjut Kusworo.

Keduanya juga tidak segan membegal kendaraan bermotor di pinggir jalan.

Kedua orang itu diduga tidak hanga berdua melakukan tindak kriminalitas. "Diduga dilakukan oleh 7 - 8 orang," imbuhnya. Karenanya jajaran kepolisian masih mendalami jaringan komplotan ini.

Dalam perkara yang melibatkan dua orang itu, polisi menyita antara lain tiga sepeda motor, celurit, dan linggis, juga kunci T. Sepeda motor itu terdiri atas, dua hasil kejahatan dan satu unit motor untuk sarana kejahatan.

Kusworo menambahkan pihaknya sudah memberitahu dua orang pemilik sepeda motor itu. "Silahkan ambil di Polres dan tanpa dipungut biaya," tegasnya.

Dari catatan polisi, Selamat belum pernah dipidana. Sedangkan Dodik merupakan residivis. Ia pernah dua kali dipernjara dalam kasus pencurian dengan kekerasan di tahun 2013, dan pencurian mobil di tahun 2016.

Polisi berhasil mengungkap komplotan itu setelah sebelumnya mengungkap kasus penadahan barang-barang hasil kejahatan.

Polisi menjerat Selamat dan Dodik dengan Pasal 365 KUHP subsider 363 KUHP tentang pencurian.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved