Sambang Kampung Jambagan

Kader Bank Sampah Jambangan Surabaya Ajak Anak-anak Peduli Lingkungan

Sejak dibangun pada 2012, Bank Sampah Rukun Jaya Jambangan mendapat respons dari warga, baik yang dewasa maupun anak-anak.

Kader Bank Sampah Jambangan Surabaya Ajak Anak-anak Peduli Lingkungan
surya.co.id/delya octovie
BANK SAMPAH -  Kader lingkungan Kelurahan Jambangan terbiasa berkumpul untuk memilah maupun berkreasi lewat program Bank Sampah Rukun Jaya Jambangan.  

SURYA.co.id | SURABAYA – Sejak dibangun pada  2012, Bank Sampah Rukun Jaya Jambangan mendapat respons dari warga, baik yang dewasa maupun anak-anak.

Padahal, menurut Agus Sri Rahajuning Redjeki (47), Ketua Bank Sampah Rukun Jaya Jambangan, awalnya Bank Sampah dibangun sekadar sebagai poin plus lomba penghijauan.

“Tetapi lama-lama masyarakat enjoy karena ada manfaat. Mulai dari nilai ekonomis sampai untuk menjaga lingkungan. Tidak susah kok mengajak orang-orang karena mereka sudah tahu manfaatnya,” tutur perempuan yang akrab disapa Iin itu, Rabu (10/10/2018).

Satu di antara kader lingkungan, Nur Isaroh, mengatakan masyarakat senang menabung di Bank Sampah karena sampah tidak lagi merusak pemandangan.

Pemulung juga tak lagi sering berkeliaran di kampung karena sampah-sampah telah dikumpulkan oleh warga sendiri.

Sampah juga bisa dijadikan tabungan uang, yang biasa diambil ketika memasuki bulan puasa.

Sampah basah dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah kering dijual lagi ke pengepul maupun dibuat menjadi kreasi unik, lalu ditampilkan di Galeri Daur Ulang Jambangan.

Di antaranya adalah tirai dari gelas plastik, vas dari koran, serta dompet dari bungkus plastik.

“Misalnya ada acara PKK atau pengajian begitu, itu gelas-gelas plastik dibersihkan sendiri oleh warga. Kardus saja jadi rebutan. Jadi manfaatnya banyak, tuan rumah juga jadi tidak repot. Gelas plastik ditaruh di tas masing-masing,” ujar Nur.

Tak hanya warga dewasa, tetapi anak-anak juga antusiasmenya sangat tinggi menurut Nur dan Iin.

Anak Iin, Dimas Dzaky yang kini bersekolah di SMP Negeri 22 Surabaya, bahkan menyandang sebutan Pangeran Lingkungan setelah berhasil memenangkan acara Tunas Hijau saat ia masih sekolah di SDN Jambangan.

“Kalau pas liburan, anak-anak bawa sampah dari rumahnya. Di sekolah-sekolah daerah Jambangan dan sekitarnya ini juga sudah ada program Eco School Zero Waste. Jadi misalnya kalau mau beli kue, itu harus bawa tempat sendiri. Jadi di sekolah diajari cinta lingkungan, di rumah ya mereka melihat ibu-ibunya kegiatannya begitu,” jelas Iin.

Anak-anak daerah Jambangan lalu diajak memilah sampah bersama.

Para kader lingkungan juga aktif memberikan sosialisasi pada anak-anak, agar mereka paham apa saja manfaat dari sampah.

“Kami berharap semoga Bank Sampah makin maju, makin sukses, supaya terwujud Surabaya Zero Waste,” tandasnya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved