Berita Surabaya

Sosialisasi Bahaya Rokok Pada Anak Kurang Gencar, DPRD Surabaya Kritisi Penggunaan Dana Cukai Rokok

DPRD Surabaya mengkritisi Pemkot yang sedikit menyalurkan anggaran cukai rokok untuk sosialisasi pencegahan konsumsi rokok untuk anak

Sosialisasi Bahaya Rokok Pada Anak Kurang Gencar, DPRD Surabaya Kritisi Penggunaan Dana Cukai Rokok
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Hearing yang dilakukan oleh Komisi D Kota Surabaya bersama Bappeko Surabaya, Dinas Kesehatan dan juga Badan Pengelola Pendapatan Daerah Surabaya, menbahas soal cukai rokok, Selasa (8/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi D DPRD Kota Surabaya mengkritisi Pemerintah Kota Surabaya yang hanya sedikit menyalurkan anggaran cukai dan pajak rokok untuk sosialisasi pencegahan konsumsi rokok untuk anak di bawah umur.

Padahal di Kota Pahlawan ini konsumsi rokok untuk anak usia di bawah umur sangat tinggi. Bahkan anak usia enam tahun diketahui sudah mulai coba-coba menjadi perokok pemula.

Hal itu menjadi pembahasan utama dalam hearing yang dilakukan oleh Komisi D Kota Surabaya bersama Bappeko Surabaya, Dinas Kesehatan dan juga Badan Pengelola Pendapatan Daerah Surabaya, Selasa (8/10/2018).

Kabid Ekonomi Bappeko Surabaya, Ivan Wijaya mengatakan, selama ini anggaran untuk sosialisasi larangan merokok dan narkoba di sekolah memang tidak banyak. Hanya sekitar Rp 300 juta saja.

"Sosialisasi untuk anti rokok untuk pemula sudah ada dananya di Dinkes. Termasuk di dalamnya pencegahan narkoba di sekolah. Nilainya Rp 4,9 miliar, tapi campur dengan pencegahan penyakit tidak menular. Tapi kalau untuk sekolah hanya Rp 300 an juta saja," tegas Ivan.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk tahun depan, dana cukai yang akan diterima Pemkot diproyeksi meningkat. Dari tahun ini yang sekitar Rp 23 miliar, akan menjadi sekitar Rp 24 miliar di tahun 2019.

Untuk prioritas anggarannya akan digunakan untuk alokasi biaya di Dinas Kesehatan, untuk RSUD BDH Surabaya, pelatihan Disnaker dan juga untuk kegiatan yang lain. Termasuk untuk penambahan anggaran biaya peseeta BPJS Penerima Biaya Iuran (PBI).

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana mengatakan pembahasan ini cukup penting. Karena setiap tahunnya Pemkot mendapatkan aliran cukai rokok maupun pajak rokok. Namun yang dialokasikan untuk sosialusasi pencegahan rokok sangat minim.

"Hanya berupa papan dilarang merokok. Di luar sekolah mereka anak-anak SD saja sudah mulai mencoba rokok," kata politisi PDIP itu.

Di taman-taman ruang publik juga masih banyak yang merokok tak terkecuali remaja yang seharusnya belum boleh merokok. Namun faktanya bnyak ditemukan di lapangan.

Oleh sebab itu, dalam perangkaan APBD 2019, alokasi untuk sosialisasi anti rokok akan ditambah. Sehingga Surabaya memiliki langkah preventif yang tinggi agar tidak hanya kuratif.

"Kita akan hitung idealnya berapa. Yang jelas semangatnya akan berupaya kuat agar menjauhkan rokok dengan anak-anak," tegasnya.

Baca: Pria yang Tewas di Ladang Tebu di Jombang Dibunuh Karena Mbleyer Gas Motor

Baca: Polisi Cari Pendekar Silat Pelaku Penyerangan di Desa Suruhan Lor Tulungagung

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved